Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KKP Tebar Benih Ikan di Lombok Timur untuk Eks Penangkap Lobster

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melakukan tebar perdana benih ikan di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 07 Agustus 2017  |  16:30 WIB
Foto udara kawasan tambak ikan bandeng di Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, NTB, Selasa (9/6 - 2015).Antara/Ahmad Subaidi
Foto udara kawasan tambak ikan bandeng di Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, NTB, Selasa (9/6 - 2015).Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, SELONG -- Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melakukan tebar perdana benih ikan di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Tebar perdana ini guna mengawali realisasi program bantuan usaha budidaya ikan sebagai kompensasi bagi eks penangkap benih lobster yang terdampak Permen KP No. 56 tahun 2016.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan penebaran perdana kali ini dilakukan dengan total ikan yang ditebar sebanyak 33.700 ekor, masing masing untuk ikan bawal bintang sebanyak 21.700 ekor dan ikan kerapu sebanyak 12.000 ekor.

“Sejak awal KKP berkomitmen untuk memberikan kompensasi. Tebar perdana ini menandai dimulainya proses produksi budidaya. Untuk itu, kami mohon para pembudidaya untuk mulai berpikir ke depan dan berkomitmen untuk menjalankan usaha ini dengan sebaik-baiknya," tegas Slamet di Lombok Timur, Senin (7/8/2017).

Slamet menegaskan program yang dilakukan oleh KKP difokuskan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, dia mengimbau agar polemik tentang dampak Permen KP No. 56 yang ada selama ini harus disudahi.

Di Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu penghasil lobster terbesar di Indonesia terdapat sebanyak 2.246 RTP yang tersentuh program bantuan uasaha budidaya ini. Seluruhnya, tegas Slamet telah bersepakat untuk kembali menjalani profesi sebagai pembudidaya ikan.

“Berkali-kali Bu Menteri sampaikan bahwa saat ini paradigma pemanfaatan sumberdaya kelautan perikanan harus diubah, tidak lagi eksploitatif, tapi harus terukur dan lebih mengedepankan prinsip sustainability," ujar Slamet.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntb benih ikan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top