Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Telegram, Pemerintah Akan Blokir Aplikasi Lain? Ini Penjelasan Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah menutup Telegram karena aplikasi tersebut dianggap dapat dimanfaatkan sebagai jalur komunikasi untuk hal-hal yang berkaitan dengan terorisme.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 16 Juli 2017  |  16:33 WIB
Siluet tangan seorang pria memegang ponsel di depan logo Telegram. - Bloomberg
Siluet tangan seorang pria memegang ponsel di depan logo Telegram. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah menutup Telegram karena aplikasi tersebut dianggap dapat dimanfaatkan sebagai jalur komunikasi untuk hal-hal yang berkaitan dengan terorisme.

"Pemerintah kan sudah mengamati lama dan kita, negara ini mementingkan keamanan negara, keamanan masyarakat. Oleh sebab itu, keputusan itu dilakukan," kata Presiden Jokowi, dikutip dari siaran pers, Minggu (16/7/2017).

Presiden mengatakan pemerintah mendeteksi adanya ribuan aktivitas komunikasi antarnegara dalam aplikasi tersebut yang mengarah kepada aktivitas terorisme.

Saat ditanya bahwa Telegram telah mengklaim menutup akun-akun yang berkaitan dengan terorisme, Presiden menjawab "kenyataannya masih ada ribuan yang lolos."

Kepala Negara juga mengatakan bahwa kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan perusahaan aplikasi media sosial dan layanan pesan instan telah dilakukan untuk memberantas akun-akun terorisme.

Dengan begitu, langkah pemblokiran Telegram tidak akan diikuti dengan penutupan media sosial yang lain.

"Tidak [pemblokiran media sosial lainnya]. Tidak," tegas Presiden.

Presiden juga menjelaskan masih banyak aplikasi lain yang masih dapat digunakan masyarakat untuk berkomunikasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terorisme presiden jokowi telegram
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top