Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri Susi: Saya Jadi Menteri Bukan untuk Selfie

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku tidak nyaman bila masyarakat meminta berswafoto dengannya.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 01 Juli 2017  |  19:49 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti - Antara
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku tidak nyaman bila masyarakat meminta berswafoto dengannya.

Menurutnya, posisinya sebagai menteri bukan sekadar untuk melayani permintaan foto bersama dengan cara swafoto (selfie). Tugasnya sebagai menteri, memimpin kementerian dan memastikan sektor kelautan dan perikanan berjalan sesuai dengan janji politik Presiden Joko Widodo.

"Saya jadi menteri bukan untuk selfie," ujarnya saat menjadi panelis dalam panel bertajuk Kontribusi Diaspora bagi Pembangunan Indonesia di acara 4th Congress Indonesian Diaspora di Jakarta, Sabtu (1/07/2017).

Meskipun demikian, Susi melanjutkan ceritanya terkait dengan capaian yang dilakukan selama hampir 3 tahun menjadi menteri. Dia menganggap tak ada perubahan yang bisa langsung diterima, termasuk tentang penenggelaman kapal asing juga langkah untuk membuka data sistem pengawasan kapal perikanan (vessel monitoring system/VMS).

"Tidak ada perubahan yang bikin nyaman," katanya.

Terlepas dari itu, dia menyebut masyarakat Indonesia masih belum mengenal dengan baik jenis-jenis ikan. Salah satu jenis ikan yang paling populer, dia menyebut ikan jambal roti. Padahal, banyak ikan yang bisa dikonsumsi seperti yang ada di Bitung dan Manado, Sulawesi Utara.

"Kalau misalnya di negara ini ada berapa banyak ikan di Indonesia, orang tahunya jambal roti. Sekarang ikan banyak di Bitung dan Manado," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Menteri Susi
Editor : Maria Yuliana Benyamin
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top