Penyidik Berencana Temui Novel di Singapura Usai Lebaran

Usai Lebaran, tim penyidik dari Polda Metro Jaya rencananya akan bertolak ke Singapura guna melakukan pemeriksaan atas penyidik KPK Novel Baswedan terkait peristiwa penyiraman air keras yang menimpanya.nn
Juli Etha Ramaida Manalu | 24 Juni 2017 20:30 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan - Antara

Kabar24.com,JAKARTA - Usai Lebaran, tim penyidik dari Polda Metro Jaya rencananya akan bertolak ke Singapura guna melakukan pemeriksaan atas penyidik KPK Novel Baswedan terkait peristiwa penyiraman air keras yang menimpanya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M. Iriawan menyampaikan bahwa pihaknya perlu mendapatkan keterangan dari Novel secara detail terkait kronologis kejadian yang menimpanya usai melaksanakan sholat subuh tersebut.

"[Penyidik] belum berangkat, mungkin setelah Lebaran," kata Iriawan, Jumat (23/6/2017).

Selain terkait kronologi kejadian, menurutnya, para penyidik juga akan menanyakan terkait sosok perwira tinggi (pati) yang kabarnya sempat diduga Novel terlibat dalam insiden ini walaupun dia tidak menyebutkan langsung siapa orangnya. Iriawan sendiri mengaku bahwa Novel tidak pernah menyebut terkait orang tersebut kepadanya.

Dia mengharapkan, jika Novel sudah bisa untuk di BAP, penyidik KPK tersebut mau menyampaikan terkait sosok yang dia maksud agar bisa dilakukan pemeriksaan.

"Saya nggak mendenger itu ya [terkait perwira tinggi kepolisian]. Kan gampang saja, ini kan ada tindakan pemeriksaan yang bersangkutan, mau di BAP mungkin. Mau tunjukkan siapa Pati, di mana, bagaimana caranya, nanti akan diperiksa oleh tim," tambahnya.

Namun, jika dalam waktu dekat Novel akan kembali ke Indonesia, pihaknya berencana akan melakukan pemeriksaan di dalam negeri.

Beberapa waktu lalu, polisi juga sempat mengutarakan terkait rencana pemeriksaan saksi yang disebut melihat betul kejadian yang menimpa Novel. Namun, tampaknya, keterangan dari saksi ini belum cukup untuk mengarah kepada siapa orang yang melakukan penyiraman. Hingga kini, kepolisian sudah memeriksa sekitar 56 orang saksi.

"Harusnya demikian [diperiksa di Jakarta]. Kan tetap dilakukan pemeriksaan ke yang bersangkutan. Kan kita harus tau apa yang dialami Novel itu, pagi-pagi dia ke mana. Kan menurut cerita sementara keterangan saksi, tapi yang tahu kejadin itu kan Novel. Artinya dia jam sekian dia keluar, motor lewat, ada terasa orang menyiram, kemudian dia masuk ke masjid, cuci muka, itu kan belum di BAP," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
novel baswedan

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top