Militan ISIS Serang Sekolah dan Sandera Murid di Dekat Marawi

Sejumlah militan pro ISIS menyerang sebuah sekolah di bagian selatan Filipina pada Rabu (21/6/2017) pagi dan menyandera beberapa orang murid.
Juli Etha Ramaida Manalu | 21 Juni 2017 10:26 WIB
Warga Kota Marawi, Mindanao Filipina menampung air minum dari pipa air di Desa Pantar, Lanao Del Norte, bagian selatan Filipina, 18 Juni 2017. Warga meninggalkan Kota Marawi setelah terjadi peperangan antara kelompok Maute dengan militer Filipina. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA -- Sejumlah militan pro ISIS menyerang sebuah sekolah di bagian selatan Filipina pada Rabu (21/6/2017) pagi dan menyandera beberapa orang murid.

Aksi ini terjadi di pulau yang terjadi  perang antara personel militer Filipina dengan para teroris telah berlangsun selama lima minggu.

Berdasarkan laporan polisi sekitar 300 orang pria bersenjata, termasuk anggota Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF) menyerang sekolah yang terletak di Kota Pigcawayan di Utara Provinsi Cotabato, Pulau Mindanao. Pigcawayan berjarak 190 kilometer dari Kota Marawi yang diduduki pemberontak kelompok Maute.

Kepala Polisi Pigcawayan, Realan Mamon mengatakan anggota BIFF terlibat dalam kontak senjata dengan militer.

"Kami bisa mengonfirmasi bahwa mereka menginvasi sekolah dan beberapa penduduk sipil terjebak. Kami sedang memetakan jumlah korban yang terperangkap serta identitas mereka," katanya seperti diberitakan Reuters, Rabu (21/6/2017).

Pigcawayan terletak sekitar 190 kilometer di selatan Marawi di mana para militan BIFF bersama dengan anggota kelompok-kelompok lain yang berbaiat ke ISIS telah berperang dengan militer Filipina sejak 23 Mei lalu.

Wali Kota Pigcawayan, Eliseo Garceaa mengatakan bahwa dia masih mencari informasi terkait jumlah korban.

Sejumlah pesawat dan personel militer Filipina melancarkan serangan baru atas militan di Marawi pada Selasa yang bertujuan membersihkan area tersebut hingga festival Idul Fitri yang akan berlangsung akhir pekan depan kendati tidak ada target waktu pasti.

Sumber : Reuters

Tag : marawi filipina
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top