Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gubernur Bengkulu dan Istri Minta Jatah 10% Setiap Pekerjaan Proyek

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan Ridwan Mukti dan istrinya serta dua orang lainnya yakni seorang pengusaha bernama Rico Dian Sari dan Jhoni Wijaya, Direktur PT SMS dibekuk terkait pemberian suap oleh pemenang tender kepada gubernur melalui istrinya.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 21 Juni 2017  |  16:16 WIB
Gubernur Bengkulu dan Istri Minta Jatah 10% Setiap Pekerjaan Proyek
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) dan Alexander Marwata memberikan keterangan pers mengenai OTT di Bengkulu, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/6). - Antara/Hafidz Mubarak A
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA — Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti disinyalir meminta setoran 10% dari setiap proyek yang dikerjakan di provinsi tersebut dan dibantu oleh istrinya, Lili Martiani Maddari.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan Ridwan Mukti dan istrinya serta dua orang lainnya yakni seorang pengusaha bernama Rico Dian Sari dan Jhoni Wijaya, Direktur PT SMS dibekuk terkait pemberian suap oleh pemenang tender kepada gubernur melalui istrinya.

Menurutnya, berdasarkan hasil gelar perkara, PT SMS merupakan pemenang tender untuk dua proyek peningkatan jalan di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Para pihak sepakat bahwa dana 10% dari setiap proyek akan diberikan kepada gubernur melalui istrinya.

“PT SMS menjanjikan fee 10% untuk dua proyek atau sebesar Rp4,75 miliar,” paparnya, Rabu (21/6/2017).

Dia menjelaskan, Ridwan dan istrinya diduga dibantu oleh Rico Dian Sari yang merupakan seorang pengusaha sekaligus Bendahara DPRD Golkar Bengkulu yang menyelenggarakan berbagai pertemuan antara pengusaha pemenang tender.

Dalam pertemuan itu, setiap pengusaha diminta fee yang akan dibayarkan setelah pengerjaan proyek dilakukan.

“Setelah proyek berjalan ada kucuran dana setiap termin. Dari pengucuran dana itulah fee akan diberikan ke istri gubernur melalui Rico karena mereka sudah lama berteman dan diduga atas sepengetahuan gubernur,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK gubernur OTT KPK
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top