OTT KPK : Golkar Puji Pengunduran Diri Gubenur Bengkulu

Langkah Ridwan Mukti memilih mundur sebagai Gubernur Bengkulu dan Ketua DPD Golkar sekaligus meminta maaf kepada masyarakat secara terbuka setelah kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK perlu ditiru semua pejabat negara.
John Andhi Oktaveri | 21 Juni 2017 14:33 WIB
Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti (tengah) dikawal petugas KPK saat diamankan ke gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/6). - Antara/Hafidz Mubarak A

Kabar24.com, JAKARTA -- Langkah Ridwan Mukti memilih mundur sebagai Gubernur Bengkulu dan Ketua DPD Golkar sekaligus meminta maaf kepada masyarakat secara terbuka setelah kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK perlu ditiru semua pejabat negara.

Demikian dikemukakan oleh Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Agung Laksono menanggapi langkah yang diambil kader Golkar tersebut setelah bertatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Agung juga menilai Ridwan adalah pribadi yang kesatria dengan mengambil langkah tersebut.

"Beliau memilih sikap secara kesatria untuk mundur dari semua jabatan publik. Sikap yang patut ditiru dan dicontoh oleh semua pejabat negara kita sebagai pemegang amanah rakyat," ujar Agung Laksono, Rabu (21/6/2017).

Sebagai sesama kader Partai Golkar dan kader Kosgoro 1957, Agung ikut prihatin atas dugaan korupsi yang menimpa Ridwan istrinya. Tapi, Agung mengaku bangga dan terharu atas respons sang gubernur sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada publik.

"Mari kita dukung proses penyelesaian hukumnya semoga berlangsung dengan adil, objektif tanpa ada unsur politisasi dan intervensi pihak manapun. Kejadian ini sekaligus juga merupakan peringatan kepada kita semua untuk menghindarkan diri dari praktik korupsi,” ujar Agung.

Agung menamabahkan semua kader Golkar harus menjaga jaga prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela (PDLT).

Seperti diketahui KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Lily Martiani, istri Ridwan Mukti di rumah dinas Gubernur Bengkulu. Dalam pengembangannya, KPK juga membawa Ridwan dan lima orang lainnya menjalani pemeriksaan ke Jakarta.

KPK menyita uang tunai Rp1 miliar dalam operasi yang diduga dalam kasus korupsi proyek infrastruktur di Bengkulu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
OTT KPK

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top