Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lobster Tak Boleh Dibekukan Sebelum Dimasak

Mahkamah Agung (MA) Italia memutuskan bahwa lobster tidak boleh dibekukan atau disimpan dalam es di dapur restoran karena menyebabkan mereka mengalami penderitaan yang tidak dapat dibenarkan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Juni 2017  |  06:13 WIB
Lobster Tak Boleh Dibekukan Sebelum Dimasak
Lobster - ilustrasi
Bagikan

Kabar24.com, ROMA - Mahkamah Agung (MA) Italia memutuskan bahwa lobster tidak boleh dibekukan atau disimpan dalam es di dapur restoran karena menyebabkan mereka mengalami penderitaan yang tidak dapat dibenarkan.

Hakim agung Italia menerima keluhan dari kelompok hak asasi hewan atas perilaku pemilik restoran di dekat Florence yang menyimpan hewan krustasea hidup dalam es, dan memerintahkannya untuk membayar denda senilai 2.000 euro dan 3.000 euro lainnya untuk biaya hukum.

Keputusan itu menguatkan hukuman oleh pengadilan yang lebih rendah. Pengadilan kasasi di MA Italia memutuskan bahwa fakta bahwa lobster biasanya dimasak saat masih hidup tidak berarti mereka bisa dianiaya sebelumnya.

"Cara memasaknya bisa dipertimbangkan sebagai hal yang sah dengan mengakui bahwa itu umum digunakan. Penderitaan yang disebabkan oleh penahanan hewan, sementara mereka menunggu untuk dimasak, tidak bisa dibenarkan dengan cara itu," demikian vonis hakim agung Italia layaknya dikutip Reuters, Sabtu (17/6).

Alih-alih menempatkan lobster dan krustasea lainnya dalam pendingin, MA juga memutuskan bahwa restauran dan bahkan supermarket umum di Italia untuk menyimpannya dalam tangki air beroksigen dengan suhu kamar agar tidak terjadi penyiksaan hewan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Lobster

Sumber : Antara

Editor : Fajar Sidik
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top