Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ambang Batas Parlemen: Peroleh 4% Suara, Dapat Kursi DPR

Seluruh fraksi-fraksi DPR sudah menyepakati ambang batas bagi partai politik yang masuk parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4%.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 Juni 2017  |  18:34 WIB
Ambang Batas Parlemen: Peroleh 4% Suara, Dapat Kursi DPR
Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy - Antara
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA — Ketua Panitia Khusus RUU Pemilihan Umum Lukman Edy memastikan seluruh fraksi-fraksi DPR sudah menyepakati ambang batas bagi partai politik yang masuk parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4%.

Menurutnya, kesepakatan itu tinggal disahkan dalam rapat Pansus meski untuk presidential threshold masih ada dua kubu pendapat yang menguat. Keduanya adalah antara 0% dan 20%—25%.

"[Dalam] lobi-lobi antar ketua fraksi dan ketua kelompok fraksi di Pansus, disepakati angka 4% untuk ambang batas parlemen," kata Lukman Edy di Kompleks Parlemen, Selasa (6/6/2017).

Dia menjelaskan, fraksi di DPR menyepakati angka ambang batas itu setelah membahas empat pilihan ambang batas parlemen 3,5%; 4%; 5%; dan 7%.

Lukman optimistis rapat Pansus Pemilu akan menyepakati penetapan ambang batas itu tanpa melakukan pemungutan suara. "Kami optimis tidak perlu voting untuk ambil keputusan terkait ambang batas parlemen," ujarnya.

Sementara itu berkenaan dengan ambang batas parpol mengajukan calon presiden, ada tiga fraksi yang mengusulkan ambang batas pengajuan calon presiden bagi parpol 20%—25% yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Nasdem. Sedangkan partai lainnya mengusulkan tanpa ambang batas.

Pansus akan melakukan rapat internal mengenai masalah itu pada Kamis (8/6/2017) dan berharap tidak ada kebuntuan dalam pembahasannya karena alasan masing-masing pengusul sama kuat.

Lukman mengatakan kalau pendapat fraksi dominan maka keputusan Pansus bisa diambil melalui musyawarah dan mufakat namun kalau imbang akan dilanjutkan ke paripurna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr pemilu
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top