Ratu Silvia Bicara Sustainable Fashion di Indonesia

Ratu Swedia Silvia berpartisipasi dalam diskusi industri fesyen dalam kunjungannya ke Indonesia. Dalam pidatonya, dia menyatakan dukungannya bagi Indonesia untuk bisa mengarah kepada fesyen yang berkelanjutan.nn
Nindya Aldila | 24 Mei 2017 03:09 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Raja Swedia Carl XVI Gustaf (kedua kiri) dan Ratu Silvia, di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (22/5). - Reuters/Adek Berry

Bisnis.com, JAKARTA - Ratu Swedia Silvia berpartisipasi dalam diskusi industri fesyen dalam kunjungannya ke Indonesia. Dalam pidatonya, dia menyatakan dukungannya bagi Indonesia untuk bisa mengarah kepada fesyen yang berkelanjutan.

Diskusi ini berkolaborasi dengan Femina Group dan Jakarta Creative Hub. Dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang riset, inovasi, dan wirausaha, Ratu Silvia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Indonesia telah banyak menginspirasi. Keunikan yang dimiliki Indonesia bisa menjadi kelebihan untuk berkompetisi dengan industri di taraf global.

"Segmen industri ini tumbuh pesat, tapi mereka punya satu talenta yang unik. Kami mendorong Indonesia untuk mengembangkan produk baru dan teknologi baru agar dapat memberikan manfaat secara finansial dan sosial," ujarnya, Selasa (23/5/2017).

Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan mengunjungi Manggarai Community Library bersama delegasi UNICEF. Kunjungan ini menjadi peringatan bagi negara untuk memastikan tersalurkannya hak anak-anak. Setelah itu, Ratu Silvia melanjutkan kegiatan dengan diskusi bersama Menteri Pemberdayaan Anak dan Perempuan Yohana Yembise yang mengangkat tema mengakiri kekerasan anak yang telah masuk dalam kerja sama global pada 2030.

Adapun pada hari ketiga, Raja dan ratu Swedia akan mengunjungi Bandung menggunakan kereta api. Di Bandung, mereka akan bertemu dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil dan berkunjung ke Museum Asia-Afrika. Selain itu, kedua pimpinan monarki ini akan bertemu dengan alumni siswa Swedia di Institut Teknologi Bandung (ITB). Acara tersebut akan dilanjutkan dengan penanda tanganan antara Swedish Institute dan LPDP untuk membangun portal LinkedIn.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fesyen, swedia

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top