Ratusan Mahasiswa Minta KPK Tangkap Sjamsul Nursalim

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Melawan Mega Koruptor BLBI menyatroni Gedung KPK di Kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (23/5/2017). Mereka menuntut lembaga itu mengusut tuntas kasus korupsi yang berkaitan dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.
MG Noviarizal Fernandez | 23 Mei 2017 15:25 WIB
Ilustrasi: Pekerja membersihkan logo KPK, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (8/5). - Antara/Hafidz Mubarak A

Kabar24.com, JAKARTA - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Melawan Mega Koruptor BLBI menyatroni Gedung KPK di Kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (23/5/2017). Mereka menuntut lembaga itu mengusut tuntas kasus korupsi yang berkaitan dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.

Dalam tuntutannya mereka meminta KPK segera menangkap dan memeriksa pemilik Bank BDNI Sjamsul Nursalim. Mereka juga meminta KPK menghitung kembali utang yang harus dibayarkan Sjamsul kepada negara karena aset-aset yang telah diberikan Sjamsul kepada negara tidak memiliki nilai sepadan.

"Segera periksa dan tangkap Sjamsul Nursalim, koruptor dana BLBI senilai Rp28 triliun yang sudah dibayar dengan asset-aset yang tidak ada manfaatnya di daerah, dan sisanya yang harus diselesaikan Rp4,758 triliun bukan Rp3,7 triliun seperti yang dikatakan KPK," seru Koordinator Aksi, Agus Harta.

Massa juga meminta lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu berani membongkar dan menangkap siapa pun yang terlibat mengamankan aset Sjamsul Nursalim.

"Kami menuntut KPK untuk segera memeriksa dan menangkap Boyke Gozali operator money laundry, Artalyta Suryani alias Ayin selaku makelar kasus, Itjih istri Syamsul Nursalim, antek-antek lain dalam mengelola uang haram BLBI," tambahanya.

Pengunjuk rasa juga mendukung KPK segera melakukan sita jaminan atas aset-aset milik Sjamsul yang dikelola kaki tangannya serta menetapkan Sjamsul Nursalim sebagai tersangka dugaan pencucian uang.

"Mendorong dan mengawal KPK untuk tetap tegak lurus membongkar perampokan dan pencucian dana BLBI Syamsul Nursalim tanpa pandang bulu sedikit pun, karena memang di mata hukum semua adalah sama," paparnya.

Tag : kpk, kasus blbi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top