Konversi Kompor ke Jaringan Gas Rumah Tangga di Balikpapan Berlanjut

Konversi kompor pada sambungan jaringan gas rumah tangga di Kota Balikpapan terus berlanjut secara bertahap, penagihan kepada konsumen yang telah memiliki sambungan juga telah dimulai.
Nadya Kurnia | 18 Mei 2017 19:47 WIB
Jaringan gas rumah tangga - Antara

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Konversi kompor pada sambungan jaringan gas rumah tangga di Kota Balikpapan terus berlanjut secara bertahap, penagihan kepada konsumen yang telah memiliki sambungan juga telah dimulai.

Saat ini, jargas rumah tangga yang telah berfungsi mengaliri gas 1.054 sambungan, jumlah tersebut meliputi dua sektor dari total sembilan sektor wilayah penerima pemasangan.

Sebelumnya, pada tahap awal hanya 360 sambungan jargas yang telah dikonversi dan bisa dikonsumsi oleh warga penerima.

Manager Stakeholders Relations PT Pertagas Niaga Ratna Dumila mengatakan pihaknya bekerja sama dengan BNI dalam penagihan dan pembayaran tagihan jargas.

Pertagas juga telah menyosialisasikan ihwal penagihan dan cara pembayaran kepada kepala RT yang daerahnya telah terpasang jargas rumah tangga.

"Kami sudah mulai melakukan penagihan konsumsi gas. Dari hasil pendeteksian, sejak aliran gas dibuka pada Januari, konsumsi rata-rata masyarakat mencapai 11 m2, tagihannya Rp49.951, tarif per meter kubiknya Rp4.541," jelasnya, Kamis (18/5/2017).

Pertagas selaku pengelola, juga menunjuk perusahaan daerah (Perusda) untuk mengelola tagihan jargas dan pemeliharaam sambungan rumah tangga. Perusda diminta membantu dalam hal perbaikan, perawatan, dan melakukan konversi kompor.

Dia memastikan proses konversi kompor pada rumah tangga penerima jargas juga berlanjut. Dalam sehari, ada 40 kompor yang dikonversi oleh tim yang beranggotakan empat orang. Kendati jumlah tenaga terbatas, konversi kompor warga harus tetap berjalan agar secepatnya bisa dimanfaatkan.

"Pemasangan masih dilakukan secara bertahap. Total SR keseluruhan yang terdata 3.849 SR terbagi dari sembilan sektor," sambung Ratna.

Sebagai tambahan informasi, pemasangan jargas sambungan rumah tangga ini dikerjakan dengan anggaran dari pemerintah pusat senilai Rp49,7 miliar, sehingga warga tidak dikenai biaya pemasangan. Adapun pasokan gas diperoleh dari PT Chevron Indonesia sebanyal 0,5 MMSCFD.

Tahun ini, Kementerian ESDM melanjutkan pemasangan sambungan jargas rumah tangga di daerah lain di Kaltim, yakni di Kota Samarinda sebanyak 4.500, dan di Bontang sebanyak 10.000 sambungan.

Tag : pertagas, gas rumah tangga
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top