Gedung Putih Bantah Trump Minta Comey Hentikan Penyelidikan FBI

Kisruh seputar pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertambah, kali ini karena bocornya isi catatan mantan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) James Comey.
Renat Sofie Andriani | 17 Mei 2017 15:53 WIB
James Comey - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA – Kisruh seputar pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertambah, kali ini karena bocornya isi catatan mantan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) James Comey.

Usai memecat Comey dan baru-baru ini dituding membocorkan informasi rahasia kepada Rusia, Trump dikabarkan pernah meminta Comey untuk menghentikan penyelidikan FBI terkait dugaan persekongkolan mantan penasihat keamanan nasional AS, Michael Flynn, dengan Rusia.

Menurut laporan surat kabar AS The New York Times yang dikutip Reuters, Comey menuliskan catatan berisikan percakapannya dengan Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, satu hari setelah Flynn mengundurkan diri pada 14 Februari seiring kabar bahwa ia telah menjalin kontak dengan duta besar Rusia, Sergei Kislyak, sebelum waktunya.

“Saya harap kamu bisa melepaskan hal itu (penyelidikan),” tulis Comey dalam catatannya.

Lebih lanjut New York Times melaporkan, bahwa selama pertemuannya dengan Comey di Ruang Oval, Trump mengungkapkan kekesalan atas bocornya serangkaian rahasia pemerintah ke media. Ia juga mengatakan, bahwa Comey harus mempertimbangkan untuk menuntut media karena mempublikasikan informasi rahasia.

Pihak Gedung Putih pun dengan segera menolak laporan tersebut dan menegaskan bahwa catatan itu tidak menggambarkan pembicaraan yang sebenarnya dan tepat antara Presiden Trump dan Comey.

Laporan atas catatan yang dibuat oleh Comey itu memberi polemik baru di Capitol Hill serta menimbulkan pertanyaan apakah Trump telah mencoba campur tangan dalam penyelidikan federal.

Para pembuat kebijakan baik dari kubu Republik dan Demokrat pun ingin melihat bukti adanya catatan tersebut secara langsung.

“Catatan itu adalah bukti kuat penghalang keadilan dan tentunya harus segera diselidiki oleh jaksa khusus independen,” kata Senator AS dari partai Demokrat Richard Blumenthal.

Ketua komite pengawasan dari partai Republik, Jason Chaffetz, dalam suratnya kepada Direktur Pelaksana FBI Andrew McCabe bahkan memberi batas waktu hingga 24 Mei bagi FBI untuk memberikan seluruh catatan, rangkuman, maupun rekaman percakapan antara Trump dan Comey.

Sejumlah pakar hukum memberi pandangan bahwa pesan Trump seperti yang tertulis dalam catatan Comey menjadi penghalang bagi keadilan.

“Permintaan Presiden untuk mengakhiri penyelidikan berpotensi kriminal menghalangi proses keadilan. Hal ini pulalah yang menyebabkan Presiden Nixon mengundurkan diri dari posisinya,” ujar Erwin Chereminsky, seorang profesor hukum konstutusi dan dekan Irvine School of Law, University of California, seperti dikutip dari Reuters (Rabu, 17/5/2017).

Tag : fbi, Donald Trump
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top