Rasio NPL Perbankan di Balikpapan Naik Jadi 12,22%

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat rasio kredit macet gross sepanjang kuartal I/2017 mencapai 12,22%, meningkat dari kuartal IV/2016.
Nadya Kurnia | 30 April 2017 22:17 WIB
Bank Indonesia - Reuters/Iqro Rinaldi

Kabar24.com, BALIKPAPAN  - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat rasio kredit macet gross sepanjang kuartal I/2017 mencapai 12,22%, meningkat dari kuartal IV/2016.

Sektor pertambangan masih tercatat sebagai sektor usaha penyumbang kredit macet terbesar, dengan pangsa sebesar 65,35%. Pangsa itu juga meningkat sejak Februari.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kpwk BI Balikpapan Thomy Andyras menyarankan agar perbankan melanjutkan pembatasan penyaluran kredit pada sektor tersebut.

"Karena kredit macet akan berpengaruh juga pada laba ruginya bank. Return of asset perbankan di Balikpapan tahun lalu minus, sekarang sudah mulai positif. Artinya banyak bank yang mulai memperbaiki kualitas kreditnya," tutur Thomy pada Minggu (30/4/2017).

Selain sektor pertambangan, bank sentral juga mencatat sektor perindustrian menyumbang kredit macet sebesar 36%, disusul oleh sektor jasa sosial yang berkontribusi sebesar 16,5%.

Pimpinan Cabang BNI Area Balikpapan Untung Rahmat Basuki mengatakan sektor pertambangan memang berpotensi menyumbang kredit macet dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, pihaknya berupaya keluar dari sektor tersebut.

Meskipun harga batu bara mulai membaik, perseroan tak ingin mengambil risiko mengingat harga komoditas sangat fluktuatif, tergantung pada permintaan pasar internasional.

"Ada beberapa langkah yang kami lakukan untuk menjaga ataupun menekan angka NPL yang kami lakukan. Upaya restrukturisasi kami lakukan. Mulai memperpanjang jangka waktu angsuran. Jadi kewajiban yang dibayarnya pun lebih ringan," tutupnya.

Tag : bank indonesia, balikpapan, npl
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top