Orang Tua dan Calon Siswa Polri Diminta Tak Gunakan "Jalan Belakang"

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Brigjen Pol Agung Sabar Santoso mengimbau kepada seluruh orang tua yang mendaftarkan anaknya untuk masuk Calon Siswa (Casis) Polri agar tidak terjebak dalam masalah korupsi, kolusi dan nepotispe (KKN).
Newswire | 18 April 2017 10:20 WIB
Ilustrasi: Personel kepolisian melakukan apel persiapan pengamanan aksi 212 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/2). - Antara/Hafidz Mubarak A.

Kabar24.com, KUPANG - Sudah menjadi pembicara umum di masa lalu bahwa untuk bisa bekerja atau diterima di suatu instansi atau intitusi ada "jalan belakang" yang bisa dilewati.

Terkait penerimaan calon siswa Polri, para orang tua diimbau untuk tidak terlibat dalam praktik KKN demi bisa melalui "jalan belakang" tersebut.

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Brigjen Pol Agung Sabar Santoso mengimbau kepada seluruh orang tua yang mendaftarkan anaknya untuk masuk Calon Siswa (Casis) Polri agar tidak terjebak dalam masalah korupsi, kolusi dan nepotispe (KKN).

"Saya meminta agar setiap orang tua tidak terjebak dalam berbagai rayuan KKN agar kelak tidak menjadi masalah di kemudian hari jika ditemukan," katanya kepada wartawan di Kupang, Selasa (18/4/2017).

Hal ini disampaikannya pascaditandatangani Pakta Integritas Penerimaan Terpadu Anggota Polri Akpol, Bintara, dan Tamtama tahun anggaran 2017 yang telah dilaksanakan pada Senin (17/4).

Ia menjelaskan, kegiatan penandatangana Pakta Integritas itu bertujuan agar tidak ada kasus yang berkaitan dengan KKN atau yang berkaitan dengan berbagai pelanggaran hukum yang kemudian membawa nama institusi kepolisian.

"Saya kemarin sudah sampaikan agar orang tua dan panitia penerimaan jangan coba-coba berupaya untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum." tuturnya.

Mantan Kapolda Sulawesi Tenggara ini menambahkan jika ada yang berusaha mendatangi orang tua calon siswa anggota Polri dan menjamin kelulusan anaknya maka harus segera melaporkan kepada pihak kepolisian.

"Segera dilaporkan apabila ada yang dimintai uang untuk menjamin kelulusan," tegasnya.

Lebih lanjut Kapolda NTT mengatakan agar seluruh personel panitia seleksi mematuhi dan mempedomani semua aturan yang ada dalam proses seleksi demi menjamin penerimaan Polri bersih dan transparan.

Pendaftar calon anggota Polri untuk Polda NTT T.A. 2017 secara keseluruhan sebanyak 3.891 pendaftar. Sedangkan yang sudah terverifikasi berjumlah 2.577 orang calon Siswa.

Dari jumlah tersebut calon siswa Akpol 50 orang, Bintara 1.900 orang, Bintara Musik satu orang, dan Tamtama 627 orang.

Sumber : Antara

Tag : polri
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top