PUTARAN II PILGUB DKI 2017, Presiden: Jangan Ada Intimidasi

Presiden Joko Widodo meminta kepada aparat keamanan untuk menjaga kelancaran dan keamanan prosesi Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran kedua, sehingga warga bisa bebas memilih tanpa ada intimidasi dari pihak manapun.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 17 April 2017  |  16:20 WIB
PUTARAN II PILGUB DKI 2017, Presiden: Jangan Ada Intimidasi
Presiden Jokowi - Bisnis/Rahman

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo meminta kepada aparat keamanan untuk menjaga kelancaran dan keamanan prosesi Pemilihan Kepala Daerah DKI atau Pilgub DKI Jakarta putaran kedua, sehingga warga bisa bebas memilih tanpa ada intimidasi dari pihak manapun.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden dalam sesi veranda talk yang dilakukan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Kemanan Wiranto, Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan di beranda belakang Istana Merdeka, Senin (17/4/2017),

Untuk itu, Presiden mengajak semua warga DKI Jakarta untuk melaksanakan hak pilihnya serta menjamin penggunaan hak pilih warga DKI Jakarta secara bebas pada saat pencoblosan, Rabu (19/4/2017) nanti.

“Semua warga harus dapat melaksanakan haknya tanpa gangguan, tanpa intimidasi dari pihak mana pun. Saya yakin, Insya Allah proses demokrasi yang ada di DKI akan berjalan dengan lancar, tertib dan menghasilkan pemimpin yang betul-betul pilihan rakyat, pilihan warga DKI Jakarta dan itu yang terbaik untuk Jakarta,” ujar Jokowi.

Hormati Pemenang

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan masyarakat harus menghormati siapapun pemenang dari pasangan calon kepala daerah Pilkada DKI Jakarta.

"Maka, kita hormati, menerima hasil Pilkada DKI nanti sebagai bagian dari prosesi yang jujur, adil dan bermartabat," kata Said dalam jumpa pers di kantornya Jakarta, Senin (17/4/2017).

Said juga mengajak masyarakat terutama warga DKI Jakarta untuk menghormati perangkat penyelenggara pemilu, termasuk pengawas dan dewan kehormatan pemilu. Dengan begitu, Pilkada DKI Jakarta terhindar dari perpecahan di tengah kemajemukan.

Said mengatakan pihaknya bersama-sama dengan ormas lintas agama sepakat mendukung pelaksanaan Pilkada DKI yang damai dan apapun pilihan masyarakat terhadap pasangan calon yang berkompetisi.

"Kami amati beberapa hari ini suasana Pilkada Jakarta memanas. Kita harus menyikapi itu secara bijak," kata dia.

"Ormas itu nonpolitik tapi punya tanggung jawab menjaga keselamatan persatuan dan kesatuan Indonesia yang kita cintai. Tidak ada kepentingan politik apapun, hanya ingin mewujudkan kedamaian Indonesia," katanya.

Sebaiknya, kata Said, masyarakat khususnya warga NU untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya sementara Pilkada DKI hanyalah kepentingan sesaat.

Dia mengatakan hal yang lebih abadi dan penting dibanding Pilkada adalah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Pilkada DKI 2017

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup