HUT PPATK: Ceramah Umum BJ Habibie Tekankan Pentingnya Neraca Jam Kerja

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengundang Presiden RI ketiga B. J. Habibie dalam acara puncak perayaan ulang tahunnya yang ke 15, Senin (17/4/2017).
Juli Etha Ramaida Manalu | 17 April 2017 13:46 WIB
Suasana HUT PPATK ke/15

Kabar24.com, JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengundang Presiden RI ketiga B. J. Habibie dalam acara puncak perayaan ulang tahunnya yang ke-15, Senin (17/4/2017).

Dalam acara dengan tema "Meningkatkan Integritas dan Kredibilitas Sistem Keuangan dan Ekonomi untuk Mendukung Pembangunan Bangsa" ini, Habibie akan menjadi pembicara dalam ceramah umum.

Adapun topik yang dibicarakan adalah Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dalam Pelaksanaan Tugas, Fungsi dan Kewenangan PPATK.

Sebelum ceramah dimulai, adapula pembacaan sajak puisi ciptaan Habibie yang diiringi penampilan sejumlah foto yang menjadi kenangan antara Habibie dengan istrinya almarhum Hasri Ainun Besari atau yang akrab disapa Ibu Ainun.

Begini isi puisi Habibie untuk Ibu Ainun yang dibacakan oleh pembawa acara:

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan calon bidadari surgaku

13:44 WIB

Habibie Tekankan Pentingnya Neraca Jam Kerja

Presiden RI ketiga B. J. Habibie kembali mengemukakan pentingnya neraca jam kerja yang sama levelnya, bahkan dianggap lebih penting ketimbang neraca perdagangan dan indikator ekonomi lainnya.

Untuk itu, dia mendorong dibentuknya suatu tim yang akan bekerja memantau dan menganalisa neraca jam kerja.

"Kita selalu bicara soal neraca pembayaran, neraca perdagangan, tetapi yang tidak kalah penting dan yang paling penting menurut saya adalah neraca jam kerja. Untuk itu, saya minta kepada bapak untuk menyampaikan kepada Gubernur Bank Indonesia atau OJK untuk membentuk tim pemantau analisa dan rencana jam kerja," katanya dalam acara HUT ke 15 PPATK, Senin (17/4/2017).

Dia melanjutkan, saat ini Indonesia menjadi pasar menggiurkan bagi berbagai produk hasil teknologi seperti ponsel pintar berbagai merek, sepeda motor, dan lain-lain. Namun, di antara produk-produk yang mengandung jam kerja besar tersebut, masih minim sekali atau bahkan hampir tidak ada yang diproduksi oleh Indonesia sendiri.

Padahal, produk-produk yang jadi konsumsi masyarakat luas tersebut mengandung jam kerja yang berarti ketersediaan lapangan kerja.

"Saya dapat laporan tadi malam 300.000 orang di Batam menganggur, PHK. Itu baru di Batam. Saya baru terima Telkomsel, dia lapor kami sudah 170 juta orang pengguna. Saya tanya, yang pakai kartu itu pakai telepon ada Samsung, iPhone dan lain-lain. Tapi tidak ada [ponsel] dari Indonesia. Di belakang itu ada jam kerja," paparnya.

12:36 WIB

Habibie Bicara Tiga Kunci Sukses

Menurut Presiden ketiga RI, B.J Habibie ada tiga hal yang menjadi kunci keberhasilan suatu pekerjaan.

Poin pertama adalah memastikan apapun yang dikejakan harus berkualitas tinggi. Kedua, hasil karya harus bersifat menstabilkan oleh karena itu, harus mempertahankan keterprediksian (predictability). Menurutnya, keterprediksian merupakan elemen penting dalam segala hal, termasuk perekonomian.

"Hasil dari karya anda harus bisa menstabilkan semunya,jadi harus pertahankan predictability," katanya, Senin (17/4/2017).

Menurutnya, mempertahankan kestabilan adalah salah satu elemen penting. Sebab, tanpa kestabilan segala sesuatu akan berisiko tinggi yang berujung pada biaya tinggi.

Adapun poin ketiga yang harus diperhatikan adalah ketepatan waktu dalam pelaksanaan rencana, tidak boleh terlambat dan tidak pula lebih cepat dari yang sudah direncanakan.

Menurut Habibie, ketiga hal inilah yang membuatnya mampu menjalankan tanggung jawab ketika ditunjuk sebagai presiden pada 1998 lalu.

"Tiga ini yang saya pegang waktu ambil alih dari Pak Harto," katanya.

10:56 WIB

Habibie Tekankan Pentingnya Kualitas SDM Ketimbang SDA

Presiden RI ketiga, B.J. Habibie dalam ceramahnya pada ulang tahun ke-15 PPATK menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia bagi pembangunan dan masa depan bangsa.

Menurutnya, sebuah negara tidak boleh terlalu bergantung pada kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, tetapi harus fokus dalam pengembangan sumber daya manusia yang ada.

"Masa depan harus diandalkan pada sumber daya manusia dan tidak pada sumber daya alam," katanya dalam ceramah umum, Senin (17/4/2017).

Menurutnya, dengan adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka suatu negara akan bisa menghasilkan produk yang berkualitas yang bisa diterima oleh pasar.

"Kita butuh banyak orang yang bisa dijadikan tim untuk membuat suatu produk yang bisa diandalkan. Kita tidak bisa mengandalkan sumber daya alam.yang harganya ditentukan pasar," jelasnya.

Dia melanjutkan, selain kualitas terkait ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sumber daya manusia yang cakap juga memerkukan kualitas iman dan taqwa (IMTAQ). Dengan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dibidang Iptek dan Imtaq, maka pembangunan dan masa depan suatu negara akan lebih baik melalui terbentuknya perusahaan-perusahaan yang halal dan membayar pajak sesuai porsi serta transparan.

"Jadi saudara harus lihat bahwa kita harus menpersiapkan perusahaan-perusahaan di bumi indonesia yg halal, yang bayar pajak yang bisa dipantau gerakan uang di dalamnya, produk produknya bisa dipantau, predictable. Di bumi indonesia kita harus persiapkan itu," katanya.

Dengan memiliki sumber daya manusia unggul ini, serta perusahaan-perusahaan berkualitas unggul, maka kesehatan fiskal suatu bangsa akan lebih baik.

Tag : ppatk
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top