Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KPK Soroti Promosi Jabatan Kajati DKI Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti promosi jabatan yang diberikan kepada Kepala Kejaksaaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Sudung Situmorang.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 24 Januari 2017  |  15:00 WIB
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Sudung Situmorang (kiri) dan Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Tomo Sitepu (kanan) memenuhi panggilan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/4). - Antara/Rosa Panggabean
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Sudung Situmorang (kiri) dan Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Tomo Sitepu (kanan) memenuhi panggilan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/4). - Antara/Rosa Panggabean

Kabar24.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti promosi jabatan yang diberikan kepada Kepala Kejaksaaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Sudung Situmorang.  

Komisioner KPK, La Ode M. Syarief mengatakan, seharusnya Sudung yang namanya sempat terseret dalam perkara suap PT Brantas Abipraya tidak ditempatkan ke dalam posisi yang strategis.

“Kami sebenarnya tidak ikut campur. Tapi kami berharap, seseorang yang dicurigai dan masih dalam proses memperjelas statusnya, seharusnya tidak mendapatkan posisi strategis,”ujarnya di Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Walau demikian, dia mengatakan masalah promosi merupakan kewenangan dari Kejagung. KPK sebagai lembaga yang berada di luar institusi tersebut hanya memberikan saran saja.

"Kami berharap, orang-orang yang ditempatkan berdasarkan kemampuannya,”jelasnya.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Jaksa Agung Nomor: KEP – 018/A/JA/01/2017, Sudung Situmorang mendapat promosi jabatan menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Sesjampidsus).

Adapun, nama Sudung sempat disebut terlibat dalam perkara suap yang dilakukan perusahaan BUMN PT Brantas Abipraya.

Sudung waktu itu sempat turut diamankan dan juga diperiksa oleh KPK bersamaan dengan penangkapan tiga orang lainnya.

Hingga kini, KPK mengaku masih mengkaji kasus yang menyeret petinggi perusahaan milik negara itu yakni Dandung Pamularno dan Sudi Wantoko.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK kejaksaan tinggi kejati jakarta
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top