Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Tegaskan Indonesia adalah Rumah bagi Kemajemukan

Di tengah kondisi praktek toleransi beragama yang kian terengah-engah, Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia tetap merupakan rumah bagi kemajemukan.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 08 Desember 2016  |  18:53 WIB
Presiden Tegaskan Indonesia adalah Rumah bagi Kemajemukan
Presiden Joko Widodo - Antara/Puspa Perwitasari
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Di tengah kondisi praktek toleransi beragama yang kian terengah-engah, Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia tetap merupakan rumah bagi kemajemukan.

“Indonesia beruntung karena memiliki sejarah kemajemukan yang sangat panjang,” ujarnya saat membuka Bali Democracy Forum (BDF) IX di Bali melalui siaran pers, Kamis (8/12/2016).

Dia menyebutkan sekitar 85% dari lebih 250 juta penduduk Indonesia adalah muslim dan sejarah Indonesia mengajarkan bahwa ajaran Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai. Selain Islam, Presiden menekankan Indonesia adalah rumah bagi umat Kristiani, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.

“Nilai mengenai perdamaian inilah yang sampai saat ini terus dipegang oleh umat Islam di Indonesia,” kata Presiden.

Presiden menegaskan nilai-nilai perdamaian juga dipegang teguh oleh semua umat di Indonesia. Untuk itu, Presiden Jokowi mengapresiasi rencana peserta Bali Democracy Forum berkunjung ke Pondok Pesantren Bali Bina Insani di Kabupaten Tabanan, Jumat (9/12/2016).

Dia mengatakan tanpa nilai toleransi yang tinggi, tidak mungkin sebuah pondok pesantren dapat hidup dengan aman dan nyaman di tengah masyarakat yang mayoritasnya penduduknya adalah penganut agama lain.

“Anda semuanya dapat membayangkan ini semuanya telah mendorong sinergi alami antara agama, toleransi, dan demokrasi di Indonesia,” tutur Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

presiden toleransi
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top