Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Airbus Kurangi 1.1000 Pekerja di Eropa dan Tutup Satu Pabrik

Airbus mengumumkan pengurangan lebih dari 1.100 pekerjaan di Eropa dan menutup salah satu pabriknya di wilayah Paris sebagai bagian dari program restrukturisasi yang sedang dijalankan perusahaan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 November 2016  |  14:37 WIB
Airbus Kurangi 1.1000 Pekerja di Eropa dan Tutup Satu Pabrik
Airbus. - REUTERS
Bagikan

Bisnis.com, PARIS -  Airbus mengumumkan pengurangan lebih dari 1.100 pekerjaan di Eropa dan menutup salah satu pabriknya di wilayah Paris sebagai bagian dari program restrukturisasi yang sedang dijalankan perusahaan.

Menurut pengumuman perusahaan pada Selasa (29/11/2016), sebanyak 640 pekerjaan akan hilang di Prancis, sebagian besar besar dalam operasi di Suresnes, dekat Paris, tempat sebuah fasilitas riset akan ditutup.

Sebanyak 429 pekerjaan lain akan ditiadakan di sejumlah fasilitas di Jerman, termasuk Hamburg, Bremen, Ulm dan Ottobrunn, dekat Munchen.

"Airbus Group menghadapi pengurangan tenaga kerja sekitar 136.000 untuk maksimal 1.164 posisi," katanya dalam satu pernyataan yang dikutip kantor berita AFP.

Serikat pekerja menuduh Airbus mengikuti "logika finansial" dalam mengurangi pekerjaan ketika pesanan mereka mencapai hampir satu triliun euro, setara dengan delapan sampai 10 tahun produksi.

Namun Airbus mengalami kesulitan, membuat mereka mencari peluang untuk memangkas biaya.

Divisi helikopternya terdampak pasar yang lemah, perusahaan harus menyisihkan bekal hampir dua miliar euro untuk menutupi biaya model militer A400M, dan A380 lamban lepas landas secara komersial.

Proyek restrukturisasinya, yang disebut Gemini ditujukan untuk menggabungkan divisi pesawat komersial perusahaan ke entitas baru yang dinamai Airbus Group pada musim panas 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airbus

Sumber : ANTARA/REUTERS/AFP

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top