Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBY Sebut Intelligence Error, Ini Respons Jokowi & JK

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla merespons perang urat syaraf yang dilontarkan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai intelligence error terkait demonstrasi 4 November 2016.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 03 November 2016  |  20:31 WIB

Kabar24.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla merespons ‘perang urat syaraf’ yang dilontarkan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai intelligence error terkait demonstrasi 4 November 2016.
 
“Ya yang namanya manusia, kadang-kadang bisa benar, kadang-kadang bisa gak benar. Bisa error, bisa gak error. Hehehe,” ujar Jokowi ketika memberikan keterangan pers bersama Wapres Jusuf Kalla di beranda Istana Merdeka, Kamis (3/11/2016).
 
Sebelumnya, SBY melemparkan sinyal sekaligus gertakan kepada Pemerintah dalam konferensi pers di kediamannya di Cikeas.  “Saudara-saudara, berbahaya jika di sebuah negara ada intelijen failure dan intelijen error. Ini istilah intelijen," ujar SBY.
 
Sementara itu, Wapres JK menyatakan bahwa perbedaan analisis terhadap informasi intelijen bisa terjadi.

Menurut dia, bisa saja yang ditangkap oleh SBY tidak sama dengan yang ditangkap oleg Pemerintah.
 
“Intelijen itu informasi yang kemudian dianalisa. Jadi informasi, dianalisa. Analisa kan boleh berbeda-beda kan. Mungkin yang ditangkap Pak SBY beda, analisa kita juga beda. Tapi itu biasa aja,” tuturnya.
 
JK menambahkan intelijen berperan penting dalam kehidupan bernegara. “Kalau negara tidak ada intelijen berarti tidak ada mata dan telinga. Intelijen itu adalah maksud baik. Jangan lupa itu.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi sby intelijen DEMO 4 NOVEMBER
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top