Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Atasi Perlambatan Industri Pengolahan, Banten Bidik Investasi Lain

Lemahnya pertumbuhan net ekspor, khususnya di sektor industri pengolahan memaksa Pemerintah Provinsi Banten untuk membidik investasi di sektor lainnya guna mendongkrak ekonomi tahun ini.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 12 Oktober 2016  |  16:22 WIB
Proyek Asahimas Chemical di Cilegon, Banten - www.perkasatriputra.com
Proyek Asahimas Chemical di Cilegon, Banten - www.perkasatriputra.com

Kabar24.com, TANGERANG—Lemahnya pertumbuhan net ekspor, khususnya di sektor industri pengolahan memaksa Pemerintah Provinsi Banten untuk membidik investasi di sektor lainnya guna mendongkrak ekonomi tahun ini.

Jika dirinci, pangsa komponen net ekspor Banten terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada kuartal II/2016 mencapai 1,08% atau posisi ketiga terbesar, setelah porsi konsumsi rumah tangga 3,24% dan investasi sebesar 1,46%.

Saat ini, kinerja ekspor luar negeri masih tertekan akibat melambatnya permintaan dagang dari mitra utama, terutama Eropa dan China yang masing-masing memiliki pasar 17% dan 8% sepanjang April-Juni 2016.

“Ya, perlambatan itu bisa mempengaruhi investasi baru di Banten. Proporsi investasi di Banten sendiri didominasi oleh Penanaman Modal Asing [PMA] yang berorientasi ke industri pengolahan dan ekspor,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMT) Banten Babar Suharso di Jakarta, Rabu (12/10).

Hingga semester I/2016, Provinsi Banten telah merealisasikan Penanaman Investasi Dalam Negeri (PMDN) Rp4,9 triliun dengan 241 proyek dan PMA senilai US$1,65 juta dengan 1.105 proyek.

Untuk itu, dirinya mulai membidik perluasan sektor investasi, misalnya ke properti, aneka industri, dan manufaktur yang berorientasi domestik. “Kami akan terus mengarahkan investor ke sektor-sektor nonmainstream, misalnya agribisnis dan properti,” tekannya.

Salah satu usaha pemprov untuk mendongkrak investasi alternatif di luar industri pengolahan adalah menjalin kerja sama dengan Australia-Indonesia Business Council (AIBIC) untuk mengembangkan industri agribisnis.

Rencananya, pemprov dan AIBIC akan bekerjasama membangun kawasan industri yang khusus berorientasi ke sektor agribisnis antara lain pelabuhan ternak sapi dan peternakan sapi.

Sektor lainnya adalah industri maritim karena Banten adalah provinsi yang kaya dengan komoditas kelautan, pertanian, dan peternakan.

Pertimbangan diversifikasi sektor tersebut didasarkan ketergantungan kawasan ini dengan sektor industri, sedangkan tingkat penyerapan tenaga kerja tidak banyak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banten industri pengolahan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top