Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Begini 7 Kemiripan Modus Kejahatan Gatot Brajamusti & Dimas Kanjeng

Dua kasus menggegerkan masyarakat baru-baru ini yakni skandal Gatot Brajamusti dan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Kedua sama-sama menggunakan padepokan untuk kegiatan yang ternyata menjurus kriminal.
Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat dinobatkan sebagai Raja Anom dengan gelar Sri Raja Prabu Rajasa Negara pada Senin (11/1/2016) oleh Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan Indonesia (AKKI). Raja Anom adalah jabatan kebangsawanan yang sebelumnya turun temurun didapatkan oleh raja-raja Majapahit./Youtube
Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat dinobatkan sebagai Raja Anom dengan gelar Sri Raja Prabu Rajasa Negara pada Senin (11/1/2016) oleh Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan Indonesia (AKKI). Raja Anom adalah jabatan kebangsawanan yang sebelumnya turun temurun didapatkan oleh raja-raja Majapahit./Youtube

3. Memperdaya Tokoh & Selebriti, Perilaku Seks dan Modus Kejahatan

5. Memanfaatkan tokoh & selebriti
Taat dan Gatot sama-sama memiliki pengikut atau murid yang fanatik dan yang menakjubkan, di antara pengikut-pengikutnya itu adalah orang-orang yang terkenal, tokoh masyarakat. Pada kasus Taat, ada Marwah Daud Ibrahim yang merupakan doktor lulusan Amerika Serikat, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, serta pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam dan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia. Pada kasus Gatot, sebut saja ada artis Elma Theana dan penyanyi Reza Artamevia.

6. Istri & perilaku seksual
Baik Taat maupun Gatot diketahui memiliki lebih dari satu pasangan . Bahkan khusus Aa Gatot, padepokannya lebih banyak dihuni para wanita.

7. Modus: meraih tujuan dengan mengecoh
Keduanya menggunakan modus mengecoh yang membuat sebagian orang terjerat. Taat, yang mengaku memiliki ilmu untuk menggandakan uang, menggunakan sistem multilevel marketing (MLM) dalam praktek penipuannya. Perekrutan dengan sistem gaet-menggaet orang itu mengenakan tiap orang harus menyetor Rp25 juta. Sedangkan Gatot menggunakan narkoba, yang disebutkan sebagai makanan jin atau aspat, untuk memikat hati dan mengikat para pengikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : tempo.co
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper