Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mantan Presiden Brasil Lula Dituduh Korupsi dan Akan Diadili

Mantan Presiden Brasil Luiz Incio Lula da Silva akan diadili atas tuduhan korupsi, hakim federal Perang Salib memutuskan pada hari Selasa, menambahkan lebih banyak turbulensi untuk lanskap politik negara.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 21 September 2016  |  12:53 WIB
Mantan Presiden Brasil Lula Dituduh Korupsi dan Akan Diadili
Luiz Inacio Lula Da Silva - channelstv.com
Bagikan

Bisnis.com, SAO PAULO -  Mantan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva akan diadili atas tuduhan korupsi, hakim federal memutuskan pada Selasa (20/9/2016), menambahkan lebih banyak turbulensi untuk lanskap politik negara.

Hakim Sergio Moro mengatakan bahwa Lula, yang menjabat sebagai presiden 2003-2011 dan selama dua dekade menjadi ikonik kekuatan politik dan kuat di Brazil, akan menghadapi tuduhan menerima 3,7 juta reais Brasil (US$1.140.000) dalam suap yang dikaitkan dengan penyelidikan di perusahaan minyak negara Petrobras.

Moro menulis dalam keputusannya bahwa menurut dakwaan jaksa ', Lula adalah "penerima manfaat langsung" dari suap dari OAS SA, salah satu perusahaan rekayasa dan konstruksi di pusat skandal korupsi, dan karena itu harus diadili.

Kasus korupsi juga akan menempatkan pada Marisa Leticia Lula da Silva; OAS Chief Executive Jose Aldemario "Leo" Pinheiro; Paulo Okamotto, presiden Lula Institute, dan empat orang lainnya.

Dalam catatan diemail Selasa, pengacara Lula kembali mengatakan klien mereka tidak melakukan kejahatan dan diberi label Moro sebagai hakim "memihak" kepada perburuan untuk melihat mantan pemimpin dipenjara.

Lula, berbicara melalui video link, mengatakan acara yang digelar oleh pengacara di New York tentang tuduhan itu sebuah "lelucon."

"Apa yang terjadi bukan membuat saya turun, tapi hanya memotivasi saya untuk pergi keluar dan berbicara lebih banyak," kata Lula, menambahkan bahwa ia "akan terus berjuang."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil Ekonomi Brasil

Sumber : ANTARA/REUTERS

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top