Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GEMPA ITALIA: Korban Tewas Sudah 267 Orang

Jumlah orang yang tewas dalam gempa besar yang mengguncang Italia tengah pada hari Rabu (24/8/2016) naik ke 267 pada Jumat (26/8/2016) dan hampir 400 orang luka-luka berada di rumah sakit, kata departemen Perlindungan Sipil.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 26 Agustus 2016  |  14:24 WIB
Gempa Italia 2009: Sejumlah bangunan rusak parah di wilayah L'Aquila. - Reuters/Alessandro Bianchi
Gempa Italia 2009: Sejumlah bangunan rusak parah di wilayah L'Aquila. - Reuters/Alessandro Bianchi

Bisnis.com, AMARTRICE, Italia - Jumlah orang yang tewas dalam gempa besar yang  mengguncang Italia tengah pada hari Rabu (24/8/2016) naik ke 267 pada  Jumat (26/8/2016) dan hampir 400 orang luka-luka berada di rumah sakit, kata departemen Perlindungan Sipil.

Dikatakan gempa susulan terus terjadi di daerah. Lebih dari 900 gempa susulan telah terdaftar sejak gempa melanda, 57 dari mereka sejak tengah malam.

Pada pukul 16.25 WIB  Kamis (25/8/2016) korban tewas akibat gempa bumi di bagian tengah Italia naik tajam menjadi 247 orang pada Kamis (26/8/2016) pagi waktu setempat setelah tim penyelamat bekerja tengah malam untuk menemukan korban yang tertimbun di reruntuhan bangunan.

Sebelumnya pada Rabu malam, jumlah korban awal masih 159.

Gempa berkekuatan 6.2 SR mengguncang kawasan pengunungan 140 km dari Roma pada Rabu pagi di saat orang-orang masih tidur. Guncangan terasa sampai Bologna di utara dan Napoli di selatan (keduanya berjarak 220km dari pusat gempat).

Pada Kamis pagi, banyak orang memilih tidur di dalam mobil ataupun tenda karena takut akan gempa susulan.

Dua gempa susulan terkuat tercatat 5,1 dan 5,4 SR.

Sejumlah otoritas memperkirakan jumlah korban tewas akan semakin bertambah melebihi angka kematian akibat gempa besar terakhir di Italia, yang menewaskan lebih dari 300 orang di kota L'Aquilla pada 2009 lalu.

Setidaknya 368 korban luka telah dirawat di rumah sakit pada Rabu malam, kata Perdana Menteri Matteo Renzi.

Satu hotel yang rubuh di kota kecil Amartrice diperkirakan tengah memberi penginapan bagi 70 orang dan hanya tujuh mayat yang sudah diketemukan, kata wali kota di tempat yang paling parah terkena gempa tersebut.

Tim penyelamat, dengan penerangan darurat, berhasil menyelamatkan gadis 10 tahun yang masih hidup setelah tertimbun reruntuhan selama kurang lebih 17 jam di desa Pescara del Tronto.

Banyak anak lain yang tidak seberuntung gadis tersebut. Sebuah keluarga beranggotakan empat orang, termasuk di antaranya anak delapan bulan dan sembilan tahun, tewas tertimpa bangunan rumah di desa Accumoli.

"Dia (Tuhan) mengambil semuanya begitu saja," kata sang nenek yang menyalahkan Tuhan atas bencana ini.

Renzi berjanji akan segera menggelar rapat kabinet untuk memutuskan kebijakan bantuan yang tepat untuk masyarakat.

"Ini adalah hari untuk berduka, besok kita harus mulai merencanakan pembangunan kembali," kata dia kepada wartawan pada Rabu malam.

Foto-foto dari atas Amartrice, yang tahun lalu terpilih sebagai salah satu kota bersejarah paling indah di Italia, menunjukkan bangunan-bangunan yang rata akibat gempa. Populasi kota tersebut bisa naik 10 kali lipat pada musim panas oleh wisawatan.

Banyak di antara korban tewas dan hilang yang merupakan wisawatan.

Otoritas kota saat ini tengah menyelidiki berapa orang yang menginap di Hotel Roma, akomodasi terbaik di Amartrice yang telah rubuh.

Italia adalah salah satu daerah dengan aktivitas seismik paling tinggi di Eropa. Pada tahun 1908, sebuah gempa yang disusul dengan tsunami menewaskan 80.000 orang di kawasan selatan Reggio Calabria dan Sisilia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa bumi Gempa Italia

Sumber : REUTERS

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top