ERUPSI GUNUNG SINABUNG: Intensitas Luncuran Awan Panas Meningkat, Status Awas

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sepanjang hari ini (25/8/2016) aktivitas erupsi Gunung Sinabung terus meningkat.
Febriany Dian Aritya Putri | 25 Agustus 2016 22:53 WIB
Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanis disertai awan panas, di Kecamatan Simpang Empat, Karo, Sumatra Utara, Jumat (19/6/2015). - Antara/Endro Lewa

Kabar24.com, MEDAN-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sepanjang hari ini (25/8/2016) aktivitas erupsi Gunung Sinabung terus meningkat. 

Peningkatan aktivitas tersebut terjadi karena tekanan tinggi suplai energi dari magma.

Berdasarkan keterangan resmi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo pada Kamis malam (25/8/2016), kubah lava bervolume 2,6 juta m3 dari kawah gunung sudah runtuh.

"Gempa guguran juga masih sangat tinggi. Hingga pukul 12.00 WIB terjadi 84 kali gempa guguran dengan amplitude 5-110 mm dan lama gempa 33-1.088 detik. Kondisi ini menyebabkan erupsi terus berlangsung beberapa kali," papar Sutopo.

BNPB mencatat terakhir pada pukul 19.17 WIB, terjadi awan panas uguran, dengan jarak luncur 2,5 km ke Timur-Tenggara. Angin bertiup perlahan ke arah Timur. Lama gempa awan panas guguran 273 detik.

"Status Gunung Sinabung adalah Awas atau level 4. Potensi erupsi luncuran awan panas guguran masih sangat tinggi. Masyarakat dihimbau untuk betul-betul mentaati rekomendasi PVMBG. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di zona merah," pungkasnya.

Adapun, peningkatan aktivitas Gunung Sinabung tidak menambah jumlah pengungsi, yakni 2.592 keluarga atau 9.318 orang di sembilan posko pengungsian. Kebutuhan dasar bagi pengungsi mencukupi hingga saat ini.

Tag : gunung sinabung
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top