Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Jepang Minta Pokestops di Monumen Perdamaian Hiroshima Dihapus

Para pemain Pokemon Go berbondong-bondong mendatangi Monumen Perdamaian Hiroshima dan para pejabat dari kota bagian barat Jepang itu tidak menyukainya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Juli 2016  |  09:41 WIB
Monumen perdamaian Hiroshima - wikipedia
Monumen perdamaian Hiroshima - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA-Para pejabat di Hiroshima Jepang menolak adanya pokestops di Monumen Perdamaian Hiroshima, dan meminta segera dihapus.

Hal tersebut menyusul banyaknya pemain Pokemon Go yang berbondong-bondong mendatangi Monumen yang berada di bagian barat Jepang tersebut.

Mereka telah meminta pengembang game Niantic Inc untuk menghapus "Pokestops" dan tempat virtual lain yang muncul di sana dalam game augmented reality itu.

Kota itu ingin tempat ini dihapus dari game pada 6 Agustus yang merupakan peringatan pengeboman 1945 dan juga upacara tahunan untuk mengenang para korban.

Niantic menolak berkomentar mengenai hal tersebut.

Taman Monumen Perdamaian Hiroshima dibuat untuk mengenang para korban. Tempat itu kini didatangi para pemain Pokemon Go sejak Jepang meluncurkan game smartphone itu Jumat lalu.

Di tempat lain, Museum Memorial Holocaust AS, Washington DC, dan Pemakaman Nasional Arlington juga membuat permintaan serupa pada Niantic.

Juru bicara Museum Holocaust Andrew Hollinger mengatakan, bahwa museum itu telah dihapus dari game sesuai permintaan mereka.

Niantic menyediakan formulir untuk tempat yang ingin jadi perkecualian, namun tidak otomatis atau ada garansi.

Para pemain Pokemon Go bisa mendapatkan hadiah digital bila mengunjungi lokasi di dunia nyata yang didesain sebagai "Pokestops" dan "Gyms" dalam game itu, demikian Japan Today.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hiroshima Pokemon Go

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top