Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hukuman Mati : Jaksa Agung Sebut Kalau Tak Berubah 14 Orang

Kejaksaan Agung belum merilis secara resmi nama-nama terpidana mati yang akan dieksekusi pada gelombang ketiga yang kabarnya akan dilaksanakan akhir pekan ini.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 27 Juli 2016  |  16:55 WIB
Hukuman Mati :  Jaksa Agung Sebut Kalau Tak Berubah 14 Orang
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA – Kejaksaan Agung belum merilis secara resmi nama-nama terpidana mati yang akan dieksekusi pada gelombang ketiga yang kabarnya akan dilaksanakan akhir pekan ini.

Namun Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengungkapkan bahwa ada 14 terpidana mati yang masuk ke dalam daftar.

“Kalau tidak berubah 14 orang,” ujarnya sebelum meninggalkan Kejaksaan Agung, Rabu (27/7/2016) siang.

Seluruh narapidana, kata Prasetyo, sudah berada di ruang isolasi.

Kedutaan besar dan juga keluarga para terpidana juga sudah diberikan notifikasi.

Hingga berita ini diturunkan baru ada tiga nama yang sudah dipastikan oleh Prasetyo akan dieksekusi, yakni Fredi Budiman (Indonesia), Merry Utami (Indonesia), dan Zulfiqar Ali (Pakistan).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, 11 terpidana mati lainnya adalah Ozias Sibanda (Zimbabwe), Obina Nwajagu (Nigeria), Fredderikk Luttar (Zimbabwe), Humprey Ejike (Nigeria), Seck Osmane (Nigeria), Agus Hadi (Indonesia), Pujo Lestari (Indonesia), Gurdip Singh (India), Michale Titus Igweh (Nigeria), Okonkwo Nongso Kingsley (Nigeria), dan Eugene Ape (Nigeria).

Seck Osmane terkonfirmasi masuk ke dalam daftar hukuman mati melalui kuasa hukumnya, Farhat Abbas.

Otoritas belum ada yang mengonfirmasi mengenai 11 nama itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jaksa agung hukuman mati
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top