Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaksa Agung: PK Freddy Budiman Upaya Ulur Waktu

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menilai upaya hukum luar biasa peninjauan kembali (PK) gembong narkoba Freddy Budiman atas putusan hukuman matinya hanya upaya mengulur waktu. Mengingat esekusi terpidana mati gelombang ketiga akan segera dilaksanakan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 15 Juli 2016  |  14:30 WIB
Jaksa Agung: PK Freddy Budiman Upaya Ulur Waktu
Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman (kiri), menunjukkan surat permohonan tobat nasuha pada sidang PK di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (25/5/2016). - Antara/Idhad Zakaria
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menilai upaya hukum luar biasa peninjauan kembali (PK) gembong narkoba Freddy Budiman atas putusan hukuman matinya hanya upaya mengulur waktu.

Mengingat esekusi terpidana mati gelombang ketiga akan segera dilaksanakan.

Prasetyo berkali-kali mengucapkan bahwa eksekusi mati akan dilaksanakan setelah Idulfitri 1437 H yang jatuh pada 6 Juli 2016.

“Saya melihat apa yang dilakukan mereka [Freddy] itu lebih sebagai upaya untuk mengulur waktu saja,” kata Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Adapun Freddy mengajukan PK dengan bukti baru atau novum, yakni tidak semua rekannya dihukum mati di dalam perkara yang sama dengan dirinya.

Sidang PK sudah digelar di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah.

Hasil pemeriksaan PK akan dikirim ke PN Jakarta Barat untuk selanjutnya diserahkan kepada Mahkamah Agung.

Adapun kejaksaan pada gelombang tiga hanya akan mengeksekusi terpidana mati yang tersangkut pasal narkoba.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Noor Rochmad mengatakan terpidana mati pasal lainnya akan dieksekusi pada gelombang selanjutnya.

“Pidana umum lainnya juga akan dilaksanakan tahun ini, tapi gelombang tiga terpidana narkoba,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hukuman mati
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top