Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LONGSOR: Tim SAR Upayakan Pencarian 9 Korban Hilang di Jateng

Tim SAR gabungan sedang berupaya mencari sembilan korban yang tertimbun longsor di Kabupaten Purworejo dan Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 23 Juni 2016  |  17:58 WIB
LONGSOR: Tim SAR Upayakan Pencarian 9 Korban Hilang di Jateng
Petugas mengoperasikan alat berat guna mencari korban tanah longsor di Caok, Karangrejo, Loano, Purworejo, Jateng, Senin (20/6). - Antara/Andreas Fitri Atmoko
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tim SAR gabungan sedang berupaya mencari sembilan korban yang tertimbun longsor di Kabupaten Purworejo dan Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sembilan korban longsor tersebut terdiri dari enam orang di Kabupaten Purworejo dan tiga orang di Kebumen.

"Peralatan berat dikerahkan mencari korban, sekitar 300 personil tim SAR gabungan di masing-masing lokasi dikerahkan mencari korban hilang," kata Sutopo dalam rilis, Kamis (23/6/2016).

Hingga saat ini, sebanyak 56 orang tewas, 9 orang hilang, 22 orang luka-luka dan 395 orang mengungsi akibat banjir dan longsor di Jawa Tengah. Di Kabupaten Purworejo terdapat 42 orang tewas, 6 orang hilang dan 19 luka-luka, 6 orang yang belum ditemukan berada di Desa Karangrejo/Caok 3 orang dan Desa Donorati 3 orang.

Adapun, pengungsi mencapai 353 orang yaitu 143 orang di Desa Wironatan dan 210 orang di Desa Jelok. Sebanyak 143 rumah rusak meliputi 63 rumah rusak berat, 38 rumah rusak sedang, dan 42 rumah rusak ringan.

Kerusakan rumah dan infrastruktur akibat banjir dan longsor di Kabupaten Purworejo diperkirakan Rp 15,73 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tim sar
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top