Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Delapan Gerilyawan Bersenjata Tewas

Delapan gerilyawan bersenjata tewas pada Ahad (19/6) oleh prajurit kontra-teror Aljazair di Medea, 115 kilometer di sebelah barat-daya Ibu Kota Aljazair, Aljier, kata Kementerian Pertahanan Aljazair.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 20 Juni 2016  |  09:34 WIB
Ilustrasi: Pemberontak  Suriah anti Rezim Bashar Assad - Reuters
Ilustrasi: Pemberontak Suriah anti Rezim Bashar Assad - Reuters

Bisnis.com, AJIER - Delapan gerilyawan bersenjata tewas pada Ahad (19/6) oleh prajurit kontra-teror Aljazair di Medea, 115 kilometer di sebelah barat-daya Ibu Kota Aljazair, Aljier, kata Kementerian Pertahanan Aljazair.

Sumber tersebut menyatakan tersangka pelaku teror itu tewas selama penyergapan yang merupakan bagian dari operasi besar yang dilancarkan awal Juni.

Jumlah gerilyawan yang tewas sejak awal operasi anti-teror tersebut telah naik jadi 12, kata sumber itu.

Wilayah Medea dikenal karena hutan lebatnya --yang memberi perlindungan bagi kelompok teror, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Namun, operasi anti-teror yang berlanjut oleh militer Aljazair telah menewaskan banyak gerilyawan.

Militer Aljazair telah sangat aktif dalam lima bulan belakangan, saat mereka telah menewaskan sebanyak 73 gerilyawan bersenjsata dalam berbagai operasi di seluruh negeri tersebut, kata Kementerian Pertahanan Aljazair.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemberontak

Sumber : (Antara/Xinhua-OANA)

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top