Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Terpidana Hukuman Mati Masih Bisa Berubah

Kejaksaan Agung sebelumnya telah mengungkapkan bahwa akan ada 18 terpidana mati yang akan dieksekusi pada tahun 2016. Namun, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan jumlah tersebut masih dapat berubah.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 17 Juni 2016  |  14:13 WIB
Jumlah Terpidana Hukuman Mati Masih Bisa Berubah
Jaksa Agung Prasetyo (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka, Jakarta. - Antara
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA – Kejaksaan Agung sebelumnya telah mengungkapkan bahwa akan ada 18 terpidana mati yang akan dieksekusi pada tahun 2016.

Namun, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan jumlah tersebut masih dapat berubah.

“Belum kami tentukan, bisa berubah-ubah. Kami belum pastikan berapa jumlahnya. Nanti saat saat terakhir baru kami bahas,” ujarnya di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/6/2016).

Mengenai daftar nama yang akan dieksekusi, jawaban Prasetyo masih sama.

“Belum, belum. Masih ada yang ditunggu.”

Sebelumnya Prasetyo sempat mengatakan bahwa dia masih menunggu putusan permohonan peninjauan kembali (PK) satu terpidana mati, yakni gembong narkoba Freddy Budiman.

Diketahui saat ini Freddy tengah mengajukan PK atas putusan matinya.

Adapun kejaksaan pada eksekusi mati gelombang tiga yang akan dilaksanakan setelah lebaran hanya akan mengeksekusi terpidana mati dengan pasal narkoba.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Noor Rochmad mengatakan terpidana mati pasal lainnya akan dieksekusi pada gelombang selanjutnya.

“Pidana umum lainnya juga akan dilaksanakan tahun ini, tapi gelombang tiga terpidana narkoba,” jelasnya.

Sebab dia tidak ingin terpidana mati yang telah selesai proses hukumnya dibiarkan berlarut-larut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hukuman mati
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top