Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Legislatif AS Kembali Minta Hukum Kepemilikan Senjata Diperketat

Penembakan massal di Orlando Amerika Serikat memicu para anggota legislatif untuk memperketat kontrol perdagangan senjata kendati kecil kemungkinan adanya perubahan.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 13 Juni 2016  |  14:25 WIB
Ilustrasi - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi - JIBI/Nurul Hidayat

Kabar24.com,JAKARTA— Penembakan massal di Orlando Amerika Serikat memicu para anggota legislatif untuk memperketat kontrol perdagangan senjata kendati kecil kemungkinan adanya perubahan.

Senator dari partai Demokrat Robert Casey mengatakan bahwa dia akan mengumumkan rancangan undang-undang  yang akan melarang siapapun yang pernah terlibat atas kejahatan yang bersifat rasial memiliki senjata.

Dalam hukum yang berlaku saat ini, setiap orang yang melakukan kejahatan serius dilarang membeli atau memilikii senjata. Namun, larangan tersebut belum berlaku untuk para pelaku kejahatan rasial. Rancangan undang-undang yang diusulkan Casey disebut Hate Crimes Prevention Act [ TIndakan Pencegahan Kejahatan Rasial].

Dia berencana untuk mengumumkan hal ini di negara bagian asalnya di Pennsylvania setelah bertemu dengan anggota komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender Pittsburgh.

Kuatnya lobi dari industri senjata serta banyaknya anggota kongres yang sangat menolak pembatasan penjualan senjata menjadi momok bagi aturan baru ini. Para anggota kongers mengatakan bahwa hal ini melanggar hak konstitusional warga Amerika.

Pada Minggu, sebuah insiden penembakan kembali terjadi dan memakan korban hingga 50 orang. Penembakan dilakukan di sebuh klub malam para kaum gay.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat penembakan kepemilikan senjata api

Sumber : Reuters

Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top