Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan IDI Tolak Jadi Eksekutor Pelaksanaan Kebiri Predator Seks

Ikatan Dokter Indonesia menolak menjadi eksekutor dalam pelaksanaan kebiri terhadap pelaku pelecehan seksual.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 09 Juni 2016  |  20:22 WIB
Ilustrasi tersangka kasus pemerkosaan diamankan di Mapolsek Banjarsari, Solo, Senin (21/1). - JIBI/Agoes Rudianto
Ilustrasi tersangka kasus pemerkosaan diamankan di Mapolsek Banjarsari, Solo, Senin (21/1). - JIBI/Agoes Rudianto

Kabar24.com, JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia menolak menjadi eksekutor dalam pelaksanaan kebiri terhadap pelaku pelecehan seksual.

Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Prijo Sidipratomo menuturkan dengan menjadi eksekutor kebiri, dokter akan melanggar kode etik profesi. Pasalnya, dalam kode etik dokter diharuskan untuk menyembuhkan pasien bukan malah menyakitinya.

“Bahkan dalam eksekusi mati dokter tidak berperan sebagai eksekutor tetapi hanya sebagai pendamping untuk memastikan terdakwa sudah meninggal,” ujarnya, Kamis (9/6/2016).

Prijo menuturkan pada dasarnya IDI mendukung kebijakan pemerintah untuk memberikan hukuman maksimal kepada pelaku pelecehan seksual. IDI juga memandang perilaku ini perlu menjadi diperhatikan seksama untuk memberikan perlindungan kepada generasi penerus bangsa. Namun, kebiri kimiawi justru dianggap tidak efektif mengurangi perilaku ini.

Kebiri kimiawi dilakukan dengan menyuntikkan obat tertentu untuk menekan hormone testosteron. Dalam praktiknya, penyuntikkan ini harus dilakukan secara rutin. Jika dihentikan, maka tujuan kebiri kimia tidak akan tercapai. Padahal, penyuntikan antitestosteron secara rutin akan menimbulkan efek samping berupa penyakit-penyakit degeneratif.

Prijo juga menambahkan IDI mendorong keterlibatan dokter dalam proses rehabilitasi korban dan pelaku. Rehabilitasi korban menjadi priorotas utama guna mencegah dampak buruk dari trauma fisik dan psikis. Adapu rehabilitasi pelaku dimaksudkan untuk mencegah kejadian serupa dilakukan kembali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejahatan seksual
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top