Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Panitia Pusat Selidiki Dugaan Kecurangan SBMPTN di Makassar

Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pusat akan menyelidiki dugaan adanya kecurangan dalam pelaksanaan ujian SBMPTN di Makassar, Sulawesi Selatan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Juni 2016  |  22:25 WIB
Panitia Pusat Selidiki Dugaan Kecurangan SBMPTN di Makassar
Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) - Antara

Kabar24.com, SURABAYA - Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pusat akan menyelidiki dugaan adanya kecurangan dalam pelaksanaan ujian SBMPTN di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Masih ada dugaan adanya joki pada pelaksanaan SBMPTN di Makassar. Saat ini kami juga masih menyelidiki apakah ada jawaban bocor atau kunci jawaban yang benar," kata Ketua Panitia Pusat SBMPTN Rochmat Wahab di Surabaya, Rabu (1/6/2016).

Di sela-sela kunjungannya bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), ia mengatakan pihaknya akan menyelidiki dugaan kecurangan lebih lanjut.

"Bocoran jawaban itu pun belum bisa didefinisikan sebagai joki atau hanya andil orang dalam. Kami akan menelusurinya lebih lanjut," tutur Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut.

Pihaknya akan mengevaluasi dugaan bocoran soal apabila jawaban itu sama. Takutnya, ada indikasi kebocoran soal, karena memang selama tiga tahun berturut-turut selalu terjadi di Sulawesi.

Sementara itu, Menristekdikti M Nasir mengakui jika selalu ada kecurangan dalam ujian SBMPTN setiap tahun. Joki bisa beredar dimana saja, meskipun sudah diantisipasi dengan bentuk apa pun.

"Ponsel saja bentuknya bisa bermacam-macam, ketika peserta tidak diperbolehkan membawa ponsel ternyata mereka membawa teknologi lainnya. Ini harus diantisipasi apakah terjadi ketika membagi soal, atau bagaimana," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor ITS Joni Hermana mengantisipasi praktik perjokian dengan teknologi aplikasi, sehingga ketika ada jawaban peserta yang sama dengan peserta lain, maka bisa diketahui.

"Kami mempunyai aplikasi pendeteksi jawaban peserta SBMPTN, sehingga ketika jawaban peserta satu dengan lainnya diketaui sama, maka akan terdeteksi," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbmptn

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top