Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DUGAAN KORUPSI: Praperadilan Kedua La Nyalla Digelar, Ini Kata Kejati Jatim

Praperadilan atas nama buron kasus korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti digelar hari ini, Rabu (4/5/2016). Kali ini dia menggunakan nama anak kandungnya.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 04 Mei 2016  |  15:31 WIB
DUGAAN KORUPSI: Praperadilan Kedua La Nyalla Digelar, Ini Kata Kejati Jatim
La Nyala Mattalitti - Antara

Kabar24.com, JAKARTA – Praperadilan atas nama buron kasus korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti digelar hari ini, Rabu (4/5/2016). Kali ini dia menggunakan nama anak kandungnya.

“Diajukan melalui anaknya, padahal anaknya tidak punya legal standing. Emang anaknya bisa masuk penjara mewakili bapaknya. Aneh nih hukum di indonesia sudah diobok-obok. Hakim semua takut,” kata Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung, Rabu (4/5/2016).

Dalam sidang praperadilan ini Kejati Jatim menolak untuk hadir. Sebab menurut Maruli praperadilan itu tidak masuk akal. “Masa DPO mengajukan praperadilan? dia harusnya ada di indonesia dong. Jadi tidak bener itu semua.”

Pengajuan praperadilan tersebut adalah untuk kedua kalinya. Pada praperadilan sebelumnya, permohonan La Nyalla dimenangkan. Namun, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) segera mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru dengan kembali menetapkan La Nyalla sebagai tersangka.

Adapun Izin tinggal La Nyalla di Singapura telah habis sejak 28 April 2016. Maruli menjelaskan bahwa La Nyalla melarikan diri dari Indonesia ke Malaysia pada 17 Maret 2016. Kemudian pada 28 Maret 2016 dia diketahui bertolak dari Malaysia ke Singapura.

Kejati Jatim sebelumnya telah menetapkan La Nyalla sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyelewengan dana hibah di Kadin Jatim pada 16 Maret 2016.

La Nyalla sebagai mantan Ketua Kadin Jawa Timur 2010−2014 disebut menggunakan dana hibah untuk pembelian saham perdana (IPO) Bank Jatim, sehingga merugikan negara Rp5,3 miliar pada 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

la nyalla matalitti
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top