Bendungan Napung Gete Dipercepat Tahun Ini

Pemerintah menyatakan akan mempercepat pembangunan Bendungan Napunggete yang semula akan dikerjakan pada 2017 menjadi Oktober 2016. Hal itu dikarenakan belum maksimalnya akses kebutuhan air bersih yang diterima warga NTT
Anitana Widya Puspa | 02 Mei 2016 23:59 WIB
Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, NTT. (25/7/2015). - Antara/Kornelis Kaha

Kabar24.com, JAKARTA -  Pemerintah akan mempercepat pembangunan Bendungan Napunggete yang semula akan dikerjakan pada 2017 menjadi Oktober 2016. Hal itu dikarenakan belum maksimalnya akses kebutuhan air bersih yang diterima warga NTT.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, selama ini sebagian besar warga memperoleh air bersih melalui sumor bor yang dikelola oleh PDAM dengan menggunakan mesin pompa.

Bahkan, katanya, sebagian besar di wilayah pedesaan belum terjangkau sistem perpipaan, sehingga masyarakat harus mengambil air langsung dari sumber air yang lokasinya cukup jauh

Apalagi, menurutnya, pembangunan ini juga merupakan salah satu program pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan air dan diharapkan mampu menjawab persoalan krisis air bersih di NTT

"Di masa mendatang diharapkan NTT sudah tidak ada kekeringan lagi," ungkap Basuki melalui keterangan resminya , Senin (2/5/2016)

Dibangunnya Bendungan Napunggete akan memberi manfaat bagi penyediaan air bersih/air minum untuk Kabupaten Sikka dengan debit 200 l/detik, penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian seluas 230 Ha, pengembangan sektor pariwisata, serta tenaga listrik 1 Mega Watt.

Dana

Bendungan ini rencananya akan membutuhkan lahan seluas 161,61 ha dengan lebar puncak 6.00 meter, panjang puncak 560,97 m akan membutuhkan anggaran sebesar 800 miliar yang akan dialiri oleh sungai Napunggete

Selain itu Kepala Pusat Bendungan, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santosa mengatakan pembangunan bendungan ini akan menggantikan pembangunan bendungan Rukoh yang kemungkinan besar akan ditunda tahun depan . Hal itu dikarenakan tengah mengkaji ulang detail teknis khususnya struktur geologi yang kurang baik.

Terlebih menurutnya, Presiden juga telah mengamanatkan pembangunan tujuh bendungan di wilayah NTT demi mencapai kedaulatan pangan yang selama ini terkendala oleh masalah ketersediaan air. Menurutnya presiden mengharapkan ketika hujan tiba, air tersebut tidak terbuang percuma dan mampu ditampung.

Yang di Flores sebenarnya tidak masuk tahun ini, tapi karena Rukoh masih dikaji desain maka tahun ini mungkin [Napung Gete] terakhir dilelang, kata Imam

Dia mengatakan Tender untuk bendungan Napung Gete diperkirakannya baru bisa terlaksana pada Juli ataupun Agustus tahun ini dan tengah menunggu penetapan lokasi dari Gubernur setempat.

Lewat pembangunan benndungan Napunggete tahun ini, maka sejauh pemerintah telah membangun tiga bendungan. Di NTT. Dua bendungan yang telah dibangun sebelumnya yakni Bendungan Raknamo dan Bendungan Rotiklod di Provinsi NTT.

Bendungan Raknamo nantinya akan mampu menampung air 14,09 juta m3 dan memberi manfaat bagi pengairan irigasi seluas 1.250 Ha, air baku 0,50 m3/det dan listrik 2,43 Megawatt.

Sementara Bendungan Rotiklod akan menampung air sebanyak 2.39 Juta m dan memberi manfaat bagi pengairan irigasi seluas 510 Ha, mereduksi banjir 500 m3/det, penyediaan air baku 0.03 m3/det, dan pembangkit listrik 0.15 Megawatt.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bendungan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top