Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gandeng TNI, Kemendes Kembangkan Desa Pertahanan

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk mengembangkan desa pertahanan dan tangguh.
Sekretaris Jenderal Kemendes Anwar Sanusi memberikan cendramata kepada Letjen TNI Erwin Syafitri. /Bisnis.com
Sekretaris Jenderal Kemendes Anwar Sanusi memberikan cendramata kepada Letjen TNI Erwin Syafitri. /Bisnis.com

Kabar24.com, JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk mengembangkan desa pertahanan dan tangguh.

Rencananya, kerja sama tersebut akan direalisasikan di 86 desa tertinggal. Pola pendekatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) dalam memacu kreatifitas dan prakarsa masyarakat untuk membangun dinilai sangat sinkron dan selaras dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan mekanisme bottom up.

Ini adalah alih kendali pembangunan yang selama ini bersifat top down," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi, melalui siaran persnya, Kamis (7/4/2016).

Berbicara dalam Rakornis TMMD di Gedung Balai Sudirman, dia mengatakan secara substansi TMMD tersebut dapat dipandang sebagai thesis keterlibatan TNI dalam membangun pedesaan.

Dari sisi formula, TMMD menjadi lompatan metodologi pembangunan yang mengacu pada kesederhanaan, kebersamaan dan koordinasi lintas sektor.

"Program ini juga dapat dijadikan sebagai bentuk pengabdian demi terwujudnya pertahanan negara di daerah tangguh. Juga merupakan upaya TNI untuk melestarikan sejarah terutama nilai kemanunggalan TNI - rakyat," ujarnya.

Ia menjelaskan kerja sama tersebut dilakukan demi mewujudkan pertahanan negara serta percepatan desa dalam membangun Indonesia.

Berkaitan dengan 86 desa yang menjadi target program TMMD, tersebar di luar pulau Jawa dari Aceh hingga kawasan Indonesia Timur. Meskipun jumlah desa tersebut tidak banyak, namun diyakini mampu menjadi awal terbentuknya desa tangguh.

"Dari 5000 desa yang menjadi target untuk kita entaskan dari ketertinggalan, dibandingkan dengan jumlah 86 ini memang sedikit. Tapi kerjasama kita tidak hanya dengan TNI. Masih ada kerjasama.dengan lembaga lainnya untuk membantu mengentaskan desa tertinggal," ujar Anwar.

Menurutnya, Kemendesa PDTT tengah berusaha melakukan percepatan prmbangunan di desa, agar target mengentaskan 5.000 desa tertinggal dapat terlampau. Upaya.untuk membangun 2.000 desa mandiri, juga diharapkan terentas dengan cepat.

"Target awal kita adalah mengentaskan 5.000 desa tertinggal hingga 2019. Kami upayakan ini dipercepat, agar target bisa terlampaui jingga 15.000 desa," ujarnya.

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen TNI Erwin Syafitri mengatakan rencana kegiatan TMMD tersebut akan berlangsung selama 21 hari, yakni 11--31 Mei 2016. Kegiatan tersebut tersebar di 61 kabupaten/kota, di 62 kecamatan dan 86 desa.

"Personel TNI yang akan dilibatkan sebanyak 9.150 orang," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan TMMD tersebut difokuskan pada dua sasaran, yakni sasaran fisik yakni infrastruktur dan sarana dasar, serta non fisik yakni mendorong tumbuhnya inovasi  dan kreatifitas masyarakat yang berkualitas dan.mandiri.

"TMMD ini merupakan program terpadu lintas sektoral antara.TNI dan kementerian maupun lembaga serta komponen bangsa lainnya. Harapannya, ini dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarajt pedesaan," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Fatkhul Maskur
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper