Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MENAG LUKMAN HAKIM: Jangan Rasisme di Negara Majemuk

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta setiap unsur bangsa agar tidak mempraktikkan rasisme dalam kesehariannya karena dapat merusak persatuan dan kesatuan di Indonesia yang sejatinya negara dengan latar belakang majemuk.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 31 Maret 2016  |  15:48 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. - Bisnis
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta setiap unsur bangsa agar tidak mempraktikkan rasisme dalam kesehariannya karena dapat merusak persatuan dan kesatuan di Indonesia yang sejatinya negara dengan latar belakang majemuk.

"Menurut saya, hal yang bisa mengundang rasisme itu untuk dihindari," kata Menag Lukman saat ditemui usai menutup Musabaqah Tahunan Hafalan Al Quran dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su`ud ke-8 di Kantor Kementerian Agama, MH Thamrin, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Dia mengatakan Indonesia tidak hanya terdiri dari satu suku, agama atau ras saja. Maka dari itu, sudah seharusnya setiap elemen bangsa supaya dapat menahan diri dari tindakan rasis.

"Kita masing-masing agar menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang masuk kategori rasis itu. Semua kita bisa menahan diri, memaklumi perbedaan bukan membesar-besarkannya," ujarnya.

Bagi insan pers, lanjut dia, juga harus turut menjaga nilai-nilai kemajemukan bangsa. Dengan kata lain, tidak perlu mengobarkan pemberitaan berbau rasisme.

Menurut dia, Indonesia merupakan bangsa yang besar dan terdiri dari masyarakat yang majemuk. Hal ini merupakan kenyataan yang ada dan harus dijaga agar tidak ada gesekan.

Lewat akun Twitter-nya, Lukman juga sempat menyinggung soal kemajemukan. Menurut dia, kemajemukan di tengah kehidupan bermasyarakat merupakan hal terpuji sebagaimana Tuhan menciptakan makhluknya yang beranekaragam.

"Menghormati kemajemukan adalah terpuji dalam keberagamaan karena Tuhan menciptakan keberagaman," kata Lukman.

Keragaman pada diri bangsa ini, kata dia, adalah "sunnatullah" atau ketetapan Tuhan. Maka dari itu, tidak seharusnya bagi manusia untuk memaksakan keseragaman tetapi menyikapi perbedaan dengan kearifan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rasisme menteri agama

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top