Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KY Berencana Perbaiki Kerja Sama Dengan MA

Perbedaan pemahaman Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hukum berimbas pada sulitnya KY meminta kerja sama MA terkait tugas pengawasan perilaku hakim dan investigasi.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 25 Januari 2016  |  16:41 WIB
KY Berencana Perbaiki Kerja Sama Dengan MA
Kantor Komisi Yudisial - setkab.go.id

Kabar24.com, JAKARTA−Komisi Yudisial menyebutkan hubungannya dengan Mahkamah Agung mengalami pasang surut.

Pasalnya, sering terjadi perbedaan pemahaman Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hukum (KEPPH), sehingga beberapa kali terjadi gesekan hebat.

Alhasil, perbedaan pemahaman Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hukum (KEPPH) tersebut berimbas pada sulitnya KY meminta kerja sama MA terkait tugas pengawasan perilaku hakim dan investigasi.

Oleh karena itu KY perlu memperbaharui nota kesepahaman dengan penegak hukum lainnya, salah satunya MA. Dengan demikian kerja sama dapat berjalan dengan maksimal.

“Kita fokus dengan masalah pembagian kewenangan antara MA dan KY,” jelas Komisioner Komisi Yudisial Farid Wajdi, di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Wakil Ketua Komisi Yudisial Sukma Violetta mengatakan bahwa ke depan akan ada kajian tentang laporan yang menjadi kewenangan KY dan yang bukan wewenang KY.

Kajian tersebut berasal dari pengetahuan dan praktik dari berbagai negara yang dapat dijadikan contoh.

Farid menyebutkan KY juga kesulitan dalam hal investigasi karena belum terjalinnya kerja sama dengan pimpinan lembaga lain.

“Kami masih kesulitan dalam melakukan proses investigasi seperti penyadapan, permintaan data kepada penyelenggara telekomunikasi,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komisi yudisial
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top