Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Putin Diduga Terlibat Pembunuhan Agen KGB

Tim penyelidikan Inggris mengungkap dugaan penyebab kematian agen KGB Alexander Litvinenko di London tahun 2006.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 22 Januari 2016  |  06:52 WIB
Presiden Putin Diduga Terlibat Pembunuhan Agen KGB
Presiden Rusia Vladimir Putin - Reuters
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Tim penyelidikan Inggris mengungkap dugaan penyebab kematian agen KGB Alexander Litvinenko di London tahun 2006.

Sir Robert Owen yang memimpin penyelidikan atas penunjukan pemerintah Inggris mengatakan, diduga Litvinenko tewas diracun oleh rekan kerjanya atas persetujuan Vladimir Putin.

Putin yang saat itu presiden diduga merestui pembunuhan Litvinenko dengan cara memberikan racun Polonium-210 ke dalam air minumnya.

Dalam laporan penyelidikan setebal 326 halaman, seperti dilansir Telegraph, Kamis (21/1/2016), disebutkan Putin tersinggung kepada Litvinenko yang menudingnya pedofil.

Inilah awal perseteruan kedua agen KGB (berganti nama menjadi Federal Security Service-FSB)  itu. Litvinenko sejak itu mulai mendapat ancaman pembunuhan dan akhirnya kabur ke Inggris tahun 2000. Sejak itu, dia kerap mengkritik FSB dan Putin sebagai pelaku kejahatan terorganisasi.

Dalam satu pertemuan dengan dua rekannya dari FSB di Pine Bar, hotel mewah Millenium di London, 1 November 2006, Litvinenko meneguk air dari cangkir yang  telah diisi racun. Kedua anggota FSB itu adalah Dmitri Kovtun dan Andrei Lugovoi.

Sekarat

Dalam keadaan sekarat, Litvinenko menunjuk jari pada Putin , Kovtun dan  Lugovoi sebagai orang yang meracunnya. Tiga minggu setelah pertemuan itu, Litvinenko meninggal.

Kedua agen FSB menyangkal tuduhan Litvinenko. Rusia juga menolak permintaan  untuk mengekstradisi mereka ke Inggris. Kremlin selalu membantah terlibat dalam kematian Litvinenko.
 
"Mempertimbangkan penuh dari semua bukti dan analisis yang tersedia untuk saya, saya menemukan bahwa operasi FSB untuk membunuh Litvinenko mungkin disetujui oleh kepala FSB Nikolai Patrushev dan juga oleh Presiden Putin," kata Sir Robert Owen, seperti yang dilansir BBC pada 21 Januari 2016.

Reaksi Inggris

Mengetahui hasil penyelidikan tim Sir Robert Own, istri Litvinenko, Marina yang berbicara di luar Pengadilan Tinggi di London, mengatakan bahwa dia sangat senang dengan hasil penyelidikan terbaru itu, sehingga hasil penyelidikan ini menguatkan pernyatannya dulu tentang pengakuan suaminya yang menuduh Putin sebagai pelakunya..

Menanggapi hasil pengadilan tinggi London tersebut, kantor Perdana Menteri Inggris belum memberikan komentarnya. Namun, telah menkonfirmasi Menteri Dalam Negeri, Theresa May akan memberikan respon Pemerintah dalam pernyataan lisan ke House of Commons dalam beberapa jam ke depan.

Sebelumnya, hampir selama delapan tahun Marina terus meminta Inggris menyelidiki kasus kematian suaminya, namun karena khawatir akan merusak hubungan kedua negara, pemerintah akhirnya menolak.

Baru setelah hubungan dengan Rusia goyah yang dikarenakan oleh perseteruan Rusia dan Ukraina, Inggris akhirnya membuka penyelidikan terhadap kasus tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vladimir putin

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top