Mengharukan, Stasiun Kereta Api di Jepang ini Rela Hanya Layani Satu Penumpang

Loyalitas kepada pelanggan ditunjukkan perusahaan kereta api Jepang yang menunda penutupan satu stasiun, demi melayani pelanggannyam, walau hanya satu satunya pelanggan.
Deandra Syarizka | 10 Januari 2016 14:23 WIB
Ilustrasi - citylab.com/instagram/supersoya

Bisnis.com, JEPANG -- Loyalitas kepada pelanggan ditunjukkan perusahaan kereta api Jepang yang menunda penutupan satu stasiun, demi melayani pelanggannyam, walau hanya satu satunya pelanggan.

Japan Railways, operator kereta api di Jepang, rela menunda rencananya untuk menutup stasiun kereta api  Kami—Shirataki di Pulau Hokkaido, ketika menyadari ada seorang siswi sekolah yang masih setia menggunakan jasanya.

Pihak operator bahkan menyesuaikan waktu keberangkatan kereta dengan jadwal sekolah gadis itu dan  menunggu hingga siswi tersebut lulus pada Maret ini untuk menutup stasiun.

Stasiun Kami-Shirataki telah sepi penumpang karena letaknya yang terpencil. Karena itu, japan Railways siap untuk menutup pelayanan di lokasi tersebut untuk selamanya, hingga mereka menyadari masih ada siswi yang setia menggunakan jasanya selama bertahun-tahun.

Perusahaan operator pun sepakat untuk menunda rencana penutupan stasiun hingga gadis tersebut lulus sekolah.

Operator bahkan menyesuaikan jadwal keberangkatan dan kepulangan kereta dengan jadwal sekolah siswa tersebut, yakni berangkat pukul 07.00 dan pulang pukul 17.00.

“Gadis itu direncanakan akan wisuda pada Maret tahun ini. Saat itu pula, stasiun ini akan resmi ditutup,” demikian dinyatakan pihak operator, seperti dilansir  dari situs CCTV News, Minggu (10/1/2016).

Kebijakan itu pun menuai respons positif dari netizen. Dalam laman Facebook resmi CCTV News, seorang netizen menulis, “Mengapa saya tidak rela mati di negara seperti ini, ketika pemerintahnya bersedia untuk melayani bermil-mil jauhnya untuk saya sendiri. Ini yang dinamakan sistem pemerintahan yang baik, di mana penetrasinya mencapai level akar rumput, bahwa setiap penduduk bernilai.”

Seperti diketahui, dengan angka kelahiran yang rendah, populasi yang menua, Jepang tengah menghadapi krisis, termasuk surplus rumah kosong dan menyusutnya tenaga kerja.

Sistem perkeretaapian nasional juga menjadi salah satu yang terdampak. Salah satunya Stasiun Kami-Shirataki, yang berada di Kota Engaru, di daerah pedesaan Hokkaido, yang telah kehiangan setidaknya 20 rel kereta dalam beberapa dekade terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top