Ratusan Masjid di Prancis Terima Kunjungan Warga

Ratusan masjid di Prancis berperan serta dalam acara besar "pintu terbuka" pada akhir pekan ini, yang menawarkan kesempatan minum teh dan mengobrol tentang Islam di negara diguncang serangan pegaris keras itu.
Rustam Agus | 10 Januari 2016 04:00 WIB
Kota Paris - telegraph.co.uk

Kabar24.com, PARIS--Ratusan masjid di Prancis berperan serta dalam acara besar "pintu terbuka" pada akhir pekan ini, yang menawarkan kesempatan minum teh dan mengobrol tentang Islam di negara diguncang serangan pegaris keras itu.

Acara itu, yang diiselenggarakan lembaga Muslim terkemuka di negara tersebut, Dewan Muslim Prancis (CFCM), bertujuan memicu pembicaraan tentang Islam dan menciptakan "keakraban bangsa" lebih besar, setahun setelah 17 orang tewas dalam serangan di Paris yang menyasar mingguan satir Charlie Hebdo dan pasar swalayan Yahudi.

"Tujuannya adalah menciptakan ruang tempat orang bersama-sama dan bertemu jamaah Muslim dan semua warga kami," kata Presiden CFCM Anouar Kbibech.

"Pemikirannya menggunakan peringatan serangan 7 Januari untuk menyoroti nilai Islam sebenarnya, meluruskan pandangan Islam terkait kekerasan dan terorisme," katanya, dengan menggambarkan bahwa upaya itu adalah "isyarat keterbukaan".

"Daripada memikirkan tindakan tragis ini, tampaknya lebih berguna dan penting untuk merayakan 'semangat 11 Januari'," katanya, mengacu pada tanggal ketika jutaan orang turun ke jalan untuk menunjukkan solidaritas.

Menyusul serangan November, saat kelompok radikal menewaskan 130 orang, Prancis menyatakan keadaan darurat dan menggelar sekitar 20 penggerebekan di tempat ibadah kaum Muslim. Setidaknya tiga telah ditutup karena dicurigai membuat anggotanya radikal.

Dengan dijuluki "secangkir teh persaudaraan", prakarsa itu menunjukkan masjid setempat membagikan minuman panas dan kue, menawarkan tur, menggelar debat dan lokakarya kaligrafi, dan bahkan mengundang orang untuk menghadiri salah satu dari shalat lima waktu.

Meskipun tidak semua dari 2.500 masjid dan tempat ibadah di Prancis turut ambil bagian, masjid-masjid penting ikut terlibat, termasuk Masjid Agung Paris.

Peristiwa itu terjadi setelah satu tahun yang menunjukkan lonjakan aksi anti-Muslim di Prancis, beberapa di antaranya menarget tempat ibadah, walaupun jumlahnya jauh lebih rendah setelah pertumpahan darah November daripada setelah gerakan Januari itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prancis, Teror Paris

Sumber : Antara/AFP
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top