Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SUAP BANK BANTEN: Giliran Ketua DPRD Banten Diperiksa KPK

Empat pimpinan DPRD Banten diperiksa KPK berkaitan dengan kasus dugaan suap dalam pengesahan APBD Banten untuk pembentukan bank daerah Banten.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 15 Desember 2015  |  10:46 WIB
SUAP BANK BANTEN: Giliran Ketua DPRD Banten Diperiksa KPK
Wakil Ketua DPRD Banten dari fraksi Golkar SM Hartono (tengah) digiring ke Rutan Salemba usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/12). SM Hartono adalah satu dari delapan orang yang tertangkap oleh penyidik KPK saat bertransaksi diduga suap terkait pembahasan Perda pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten, dengan barang bukti uang US11.000 dan Rp60 juta. - ANTARA
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA -- Empat pimpinan DPRD Banten diperiksa KPK berkaitan dengan kasus dugaan suap dalam pengesahan APBD Banten untuk pembentukan bank daerah Banten.

KPK akan memeriksa Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah dan tiga orang wakil ketua DPRD Banten yakni Muflikhar, Nuraeni, dan Ali Zamroni. Keempatnya akan diperiksa guna memberikan keterangan sebagai saksi untuk tersangka Ricky Tampinangkol.

"KPK menjadwalkan pemeriksaan sebagai saksi untuk untuk tersangka RT," ujar Plh Kabiro Humas KPK, Selasa (15/12/2015).

Asep Rahmatullah tiba di KPK sekitar pukul 10.00 WIB dan enggan untuk berkomentar terkait rencana pemeriksaannya hari ini.

"Ya, nanti kita cek dulu lah. Ini kan kita serahkan ke KPK untuk lakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Asep.

Kemarin, KPK telah memeriksa beberapa anggota DPRD Banten lainnya, yaitu Adde Rosi Khoerunnisa, Siti Erna Nurhayati, Muhammad Faizal, dan Hasan Marsudi, juga sebagai saksi untuk Ricky Tampinangkol.

Direktur utama PT Banten Global Development, Ricky Tapinangkol memberikan uang kepada SM Hartono, dan Tri Satya berkaitan dengan memuluskan pengesahan RAPBD 2016 dimana di dalamnya tercantum ada berkaitan dengan pembentukan Bank Daerah Banten.

KPK berhasil menyita uang senilai US$11.000 dan Rp60 juta. KPK menduga pemberian suap tersebut bukan pertama kalinya dilakukan.

Ricky Tapinangkol selaku pemberi ditetapkan sebagai tersangka, diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau pasal 13 UU 31/1999 diubah 20/2001.

Sedangkan SM Hartono dan Tri Satya selaku penerima ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU 31/1999 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dprd dprd banten suap bank Banten
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top