Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wah, Donald Trump Usulkan Umat Islam Dilarang Masuk AS

Calon presiden AS Donald Trump meminta diberlakukannya larangan bagi umat Islam masuk ke negara tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 08 Desember 2015  |  10:47 WIB
Donald Trump - Reuters
Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Calon presiden AS Donald Trump meminta diberlakukannya larangan bagi umat Islam masuk ke negara tersebut.

Namun, usulan kontroversial Trump itu dinilai sebagian kalangan sebagai tanggapan berlebihan atas aksi penembakan oleh dua warga radikal baru-baru ini.

"Kita tidak punya pilihan," ujar Trump dalam satu kampanye politik di South Carolina sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (8/12/2015).

Dia menyebutkan bahwa kejadian seperti kasus 9/11 akan kembali terjadi jika tidak diberlakukan kebijakan yang keras tersebut.

Pernyataan Trump untuk mencegah imigran Islam itu kontan mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Mereka yang mengecam termasuk pejabat Gedung Putih, para pesaing dari nominasi capres serta Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan mantan Wapres Dick Cheney dari Partai Republik.

Mereka menyebutkan pernyataan itu bertentangan dengan keyakinan dan kepercayaan yang dianut selama ini.

"Donald Trump lepas kontrol. Kebijakan yang diusulkannya tidak serius," ujar capres dari Partai republik Jeb Bush.

Sedangkan manajer kampanye Trump, Corey Lewandowski -- yang ditanya lewat email terkait apakah larang itu akan diberlakukan hanya untuk visa mahasiswa, wisatawan atau pengunjung lainnya yang akan masuk ke AS -- menjawab bahwa pernyataan itu berlaku untuk semuanya.

Di kawasan Mount Pleasant, Negara Bagian South Carolina, Trump menepis berbagai kritik yang diajukan kepadanya.

Dia bahkan meminta agar semua masjid diawasi dan ingin melihat apa yang akan terjadi dengan tindakan itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat islam

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top