Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Neptune Orient Lines Jajaki Penjualan Aset US$1,9 M ke Perusahaan Pelayaran

Neptune Orient Lines Ltd. tengah menjajaki kemungkinan menjual aset perusahaan pelayaran kepada CMA CGM SA dan AP Moeller-Maersk senilai US$1,9 miliar.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 10 November 2015  |  16:01 WIB
Neptune Orient Lines Jajaki Penjualan Aset US$1,9 M ke Perusahaan Pelayaran
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Neptune Orient Lines Ltd. tengah menjajaki kemungkinan menjual aset perusahaan pelayaran kepada CMA CGM SA dan AP Moeller-Maersk senilai US$1,9 miliar.

Manajemen Neptune Orient Lines (NOL) menjelaskan dalam keterbukaan publik di Bursa Singapura bahwa diskusi masih mengenai kemungkinan akusisi masih di tahap awal dan tidak ada jaminan perjanjian yang jelas akan tercapai.

"NOL memiliki kewajiban untuk menilai semua opini untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham dan meningkatkan tingkat kompetisinya," ujar manajamen, dalam keterbukaan Informasi, Minggu (8/11/2015).

Berdasarkan informasi Bloomberg, CMA CGM memberikan tawaran awal senilai US$1,9 miliar. Perusahaan berbasis di Prancis ini tengah melakukan kajian terkait hal ini. Sementara itu, Maersk masih dalam tahap diskusi dengan NOL, kendati tahapannya masih di bawah CMA CGM. 

Sumber Bloomberg menegaskan perjanjian diperkirakan segera tercapai mengingat lesunya industri pelayaran turut mengurangi munculnya tawaran agresif dalam akuisisi ini.

Neptune merupakan perusahaan investasi milik Temasek Holdings Pte dengan total kepemilikan saham sebanyak 67%. Sisanya sekitar 35% diperdagangan kepada di Bursa Singapura (SGX). 

 Merespon tawaran ini, Temasek kemungkinan tidak akan melepas sahamnya dalam harga murah. 

Perusahaan pelayaran ini telah berkontribusi mengukuhkan status Singapura sebagai hub perdagangan global. NOL, yang didirikan 1968 dan menjadi pelayaran kontainer terbesar di Asean, mencetak rugi US$1,2 miliar dalam empat tahun terakhir seiring dengan lesunya perdagangan global, overcapacity dan tarif pelayaran. 

Berdasarkan perhitungan, akuisisi CMA CGM terhadap NOL akan mengerek posisi perusahaan ke urutan ketiga sebagai perusahaan pelayaran global.

Sementara itu, CEO Maersk Nils Smedegaard Andersen mengatakan perusahaan akan selalu melihat apapun yang dijual dalam pasar. Namun, pada intinya, startegi dasar Maersk adalah tumbuh secara organik. 

"Secara umum, kami menyambut baik konsolidasi apapun yang sehat bagi industri pelayaran kontainer," tegasnya. 

Hapag-Lloyd AG, pelayaran terbesar asal Jerman, juga tengah menjajaki kemungkinan kerjasama dengan NOL. Pemilik Hapag-Lloyd, milioner Klaus-Michael Kuehne jelas mengatakan ketertarikannya melakukan kerjasama dengan NOL.

"Mengabungkan kedua perusahaan akan menarik walau tantangannya adalah NOL tidak dalam keadaan yang baik," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perusahaan pelayaran

Sumber : Bloomberg

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top