Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Ahok Setuju Gus Dur Digelari Pahlawan Nasional

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendukung rencana Pemerintah Republik Indonesia yang akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Presiden Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid alias yang akrab disapa Gus Dur.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 09 November 2015  |  18:25 WIB
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Kabar24.com, JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendukung rencana Pemerintah Republik Indonesia yang akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Presiden Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid alias yang akrab disapa Gus Dur.

Mantan Bupati Belitung Timur yang akrab disapa Ahok tersebut menilai bahwa tokoh Nahdlatul Ulama tersebut selama ini dikenal getol memperjuangkan pluralisme alias keberagamanan.

"Pantaslah Gus Dur diberi penghargaan seperti itu, dia bapak bangsa yang berani bicara Bhineka Tunggal Ika," tuturnya, di Balai Kota, Senin (9/11/2015).

Suami Veronica Tan tersebut merupakan salah satu tokoh pengagum Gus Dur. Bahkan, dirinya menilai bahwa Gus Dur sebagai tokoh pluralisme Tanah Air, terutama membela kaum Tionghoa di Indonesia itu bagaikan oase ditengah kekeringan kesetaraan dan toleransi.

"Kalau buat orang Tionghoa, Gus Dur itu kayak Cheng Ho. Ya, sudah kayak dewanya (orang Tionghoa) lah," tuturnya di sela peresmian Patung Gus Dur Masa Kecil di Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4).

Laksamana Cheng Ho adalah pelaut dan penjelajah Muslim asal Tiongkok yang melakukan penjelajahan dari 1405 - 1433. Dia telah memimpin tujuh ekspedisi ke tempat-tempat di sekitar Samudra Indonesia.

Ahok menyebut Gus Dur sebagai Laksamana Cheng Ho orang Indonesia lantaran keberaniannya membela kaum minoritas seperti kaum Tionghoa di Indonesia. Ketika itu, masyarakat Indonesia keturunan etnis Tionghoa masih dipandang sebelah mata dan mengalami diskriminasi oleh pemerintah.

Keberanian Gus Dur membela kaum Tionghoa terlihat saat terjadi diskriminasi terhadap etnis ini. Bahkan, Gus Dur dengan tegas menyatakan kalau dirinya keturunan Tionghoa. Akibat pengakuannya tersebut, beberapa kalangan yang memandang sebelah mata terhadap Tionghoa pun terdiam dan kelamaan diskriminasi itu mulai menghilang dari kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

"Cuma Gus Dur lho yang berani bilang kalau saya orang Tionghoa, marga saya ini, langsung terang-terangan ngomong. Untung Gus Dur berani, jadi orang pada diam," tuturnya.

Selain itu, salah satu orang yang mendukungnya maju di Pilgub Bangka Belitung kala itu adalah Gus Dur. Hal inilah yang membuatnya semakin menghargai sosok Gus Dur.

"Beliau juga yang berani bilang Ahok jadi gubernur, hehe," canda Ahok.

Diketahui, gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur, saat ini sudah disetujui Presiden Joko Widodo. Tinggal menunggu waktu penganugerahannya saja. Namun demikian, mengenai penganugerahannya apakah akan diberikan tahun ini atau tahun depan belum diketahui pasti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gus dur Ahok Gubernur DKI
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top