Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyakit Aneh, Bocah Ini Bersin 12 Ribu Kali Sehari

Seorang bocah menderita penyakit aneh yang membuatnya bersin sebanyak 12 ribu kali dalam sehari. Hal ini dialaminya sejak sekitar tiga minggu lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Oktober 2015  |  07:16 WIB
Ilustrasi - Youngandraw
Ilustrasi - Youngandraw

Kabar24.com, JAKARTA-- Seorang bocah menderita penyakit aneh yang membuatnya bersin sebanyak 12 ribu kali dalam sehari.  Hal ini dialaminya sejak sekitar tiga minggu lalu.

Menurut laporan CBS News, Rabu (6/10/2015),  Katelyn Thornley, 12, dapat bersin sampai 20 kali dalam semenit.

Meskipun sudah bertemu enam dokter ahli, penyebab pasti kondisi Thornley gagal diidentifikasi. Dokter menyangkal virus, demam, dan alergi sebagai penyebab Thornley bersin tanpa henti.

Satu-satunya kondisi Katelyn tidak bersin adalah ketika dia tidur.

"Perut saya selalu sakit, kaki saya lemah, dan saya sulit untuk menikmati makanan," kata Thornley.

Menurut Thornley, kondisi semakin buruk ketika dia diejek teman-teman di sekolah.

 "Di dalam mimpi pun saya bersin. Saya tidak peduli apa yang dokter harus lakukan untuk mengobati saya. Saya ingin penyakit ini berhenti," ujar Thornley, yang merupakan seorang periang sebelum penyakit tersebut menyerangnya.

Menurut seorang ahli neurologi, salah satu kondisi yang mungkin menyebabkan penyakit aneh tersebut adalah motor-tics. Dr Mered Parnes mengatakan, motor-tics menyebabkan pasien akan mengalami kram (spasm) dalam periode yang sangat singkat tapi berulang-ulang. Motor-tics tidak dapat dikontrol, dan anak-anak atau remaja lebih mudah terkena gejala ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bersin

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top