Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Abraham Samad : Kasus Saya Diada-Adakan

Abraham Samad, ketua KPK nonaktif menilai kasus pemalsuan dokumen yang saat ini menjeratnya merupakan kasus yang dibuat-buat dan tidak layak untuk disidangkan.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 06 Oktober 2015  |  18:52 WIB
Abraham Samad : Kasus Saya Diada-Adakan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Abraham Samad memenuhi panggilan Bareskrim Polri di Jakarta, Rabu (24/6/2015). - Antara/Vitalis Yogi Trisna
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA -- Abraham Samad, ketua KPK nonaktif menilai kasus pemalsuan dokumen yang saat ini menjeratnya merupakan kasus yang dibuat-buat dan tidak layak untuk disidangkan.

"Saya menganggap bahwa kalau kasus kita dilimpahkan ke pengadilan, itu tidak adil. Karena ini kasus yang diada-adakan," ujar Abraham Samad di Ruang Litbang KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Menurut Samad, kasus yang menjeratnya saat ini sebenarnya tidak pernah ada dan tidak pernah dilakukannya. Atas dasar itulah Samad menilai telah terjadi kriminalisasi terhadap dirinya.

"Bukan masalah nanti di persidangan kita buka. Bukan itu, tapi merasa ketidakadilan," tambah Samad.

Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen.

Polisi juga telah menetapkan Feriyani Liem yang diduga membantu Samad untuk memalsukan kartu tanda penduduk Feriyani pada tahun 2007 dengan cara memasukkan Feriyani dalam kartu keluarga Samad di Masale, Makassar.

Pada 22 September 2015, berkas penyidikan Samad telah dilimpahkan oleh Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Samad disangka melanggar Pasal 263 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP subversif Pasal 264 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP subversif Pasal 266 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau Pasal 93, 94, 97 UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

abraham samad
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top