Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI APBD RIAU: A. Kirjauhari Jalani Pemeriksaan Hari Ini

A Kirjauhari diduga menerima suap dari Annas Maamun, Gubernur Riau nonaktif terkait dengan penyusunan RAPBDP tahun anggaran 2014.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 30 September 2015  |  13:49 WIB
Gubernur Riau Annas Maamun melambaikan tangan dari dalam mobilnya saat meninggalkan gedung DPRD Provinsi Riau melalui pintu samping untuk menghindari unjuk rasa mahasiswa usai pelantikan anggota DPRD Riau periode 2014-2019 di Pekanbaru, Riau, Sabtu (6/9). Gubernur Riau itu menutup diri dari wartawan setelah diterpa kasus dugaan asusila putri tokoh pendidikan Riau yang kini ditangani Mabes Polri.  - ANTARA
Gubernur Riau Annas Maamun melambaikan tangan dari dalam mobilnya saat meninggalkan gedung DPRD Provinsi Riau melalui pintu samping untuk menghindari unjuk rasa mahasiswa usai pelantikan anggota DPRD Riau periode 2014-2019 di Pekanbaru, Riau, Sabtu (6/9). Gubernur Riau itu menutup diri dari wartawan setelah diterpa kasus dugaan asusila putri tokoh pendidikan Riau yang kini ditangani Mabes Polri. - ANTARA

Kabar24.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap A. Kirjauhari, mantan anggota DPRD Riau terkait kasus dugaan suap pembahasan RAPBD-P tahun anggaran 2014.

A Kirjauhari diduga menerima suap dari Annas Maamun, Gubernur Riau nonaktif terkait dengan penyusunan RAPBDP tahun anggaran 2014.

A. Kirjauhari telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada pertengahan Januari 2015 dan telah ditahan di rutan KPK sejak 16 September 2015.

Ini adalah pemeriksaan A. Kirjauhari yang pertama sejak ditahan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah. "Dijadwalkan ada pemeriksaan hari ini sebagai tersangka," ujar Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Adrianti, Rabu (30/9/2015).

Sebagai penerima suap, A Kirjauhari diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang No. 20/2001.

Sebelumnya, Gubernur nonaktif Riau, Annas Maamun sebagai pemberi suap divonis kurungan penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp 200 juta oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung.

Annas dinyatakan bersalah atas kasus suap alih fungsi kawasan kebun kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Singingi. Atas keputusan itu Annas langsung menyatakan banding.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi riau
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top